Temuan Mayat
Opa 73 Tahun Hanyut Dilaut
Meski terlihat berusaha menahan tangis, mata Femy Laupaty terus berkaca-kaca menyaksikan jenazah Yantje Rarung (73)
Penulis: David_Kusuma | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Meski terlihat berusaha menahan tangis, mata Femy Laupaty terus berkaca-kaca menyaksikan jenazah Yantje Rarung (73), diangkat dari perahu katinting ke mobil ambulance di Pelabuhan Perikanan (PPI) Amurang, Selasa (23/8/2011) sekitar pukul 14.50 Wita.
"Oh Tuhan Karu ee, so butul ya Utu (Oh Tuhan betul Utu)," ujar Femy begitu melihat jenazah berambut putih tersebut.
Femy yang datang bersama keluarga lain sudah menduga jika jenazah yang itu adalah Yantje Rarung yang biasa mereka sapa Utu, yang tidak pulang rumah sejak Senin.
"Dia kasian hanya tinggal pa dia pe adik, Agustina Tamara di Keluruhaan Rumoong Bawah Lingkungan Satu. Soalnya dia tidak kawin," ujar Femy.
Kata Femy, dirinya adalah keponakan dari Utu. "Dia pe Adik fam Tamara, karena lain papa dengan dia. Kalau saya keponakannya," ucap Femy dengan raut wajah sendu.
Jenazah sendiri langsung dibawa ke RS Kalooran dari PPI Amurang, sejak diturunkan dari perahu katinting pukul 14.50 Wita tersebut.
Femy sendiri bersama keponakan lainnya telah menunggu sejak pukul 14.30 di PPI Amurang. Dimana perahu Katinting yang mengambik jenazah dipimpin oleh Fany Mona, Walak Brigade Manguni Amurang Barat.
"Kami dapat informasi dari anak buah kapal pajeko El Shadai, kata ada mayat ditemukan di laut, kami pantai Kambiow, tetapi ternyata akan mendarat di PPI Amurang sehingga kami kesini," ucap dia.
Diceritakan Femy, Utu memang hobi memancing di laut. Dari hari Senin keluar rumah tetapi belum pulang.
"Jam 11 siang hari senin dia keluar rumah, tetapi belum pulang. Dia memang hobi memancing di laut. Terus ada informasi dari anak-anak ada liat dia jam 7 malam masih bapancing di laut di Kawangkoan Bawah," ujar Femy.
Kata Femmy lagi, Utu ini rambutnya rambutnya telah memutih. Jenazah sendiri ditemukan mengapung diperairan Kalasan Kawangkoan Bawah.
Informasi ini sudah diteri oleh Polsek Amurang sejak pukul 13.00 Wita, hanya membutuhkan waktu mengambil jenazah dari lautan menuju darat oleh perahu katinting.
"Jadi Informasi dari tonaas dari kapal pajeko, yakni pak Jerry Durand. Sehingga kami langsung mengecek," ujar AKP Revly Kaunang, Kapolsek Amurang.
Lanjut Kauang, setelah mendengar informasi itu, mereka langsung menuju PPI Amurang. "Dugaan dia ini hanyut dilaut, apalagi dengan kondisi umur yang sudah lanjut dan sudah mulai pikun," imbuh Kaunang.