Operasi Ketupat
Eman Pimpin Apel Gelar Pasukan Ketupat
Jajaran Polres Tomohon melaksanakan gelar pasukan operasi ketupat 2011, Senin (22/8).
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,TOMOHON -- Jajaran Polres Tomohon melaksanakan gelar pasukan operasi ketupat 2011, Senin (22/8). Gelar pasukan di Mapolres Tomohon juga melibatkan unsur lainnya yakni TNI, Sat Pol PP, Linmas dan Pramuka.
Dimulainya operasi ketupat ditandai dengan pemasangan pita operasi oleh Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Tomohon Jimmy Eman selaku Inspektur Upacara kepada perwakilan pasukan yang hadir, disaksikan Kapolres AKBP Marlien Tawas, Sekretaris Kota Arnold Poli dan jajaran pemerintahan di daerah ini.
Operasi ketupat akan digelar selama 16 hari kedepan terhitung sejak Senin (22/8) hingga Selasa (6/9). "Gelar pasukan diselenggarakan untuk menunjukkan kesiapan Polri dan pihak terkait lainnya dalam operasi agar masyarakat bisa merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, tertib dan lancar," kata Eman, kemarin.
Ia mengungkapkan Idul Fitri sering dijadikan momentum bersilaturahmi oleh warga yang menyambut antusias setelah berpuasa sebulan penuh, sehingga berpotensi munculnya gangguan kamtibmas karena meningkatnya aktifitas manusia dan barang.
Gangguan tersebut misalnya terjadinya kemacetan dan kecelakaan lalu lintas akibat peningkatan volume kendaraan yang tak seimbang dengan kapasitas jalan, penyempitan jalan, dan kurangnya disiplin pengguna jalan. "Kriminalitas lain yang perlu diwaspadai adalah pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan senjata api (curas senpi), pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan penganiayaan berat (anirat)," ujarnya.
Aksi anarkisme dan terorisme juga, kata Eman harus mendapat perhatian khusus sebab selalu terjadi di tahun ini. "Ini menjadi ancaman tersendiri yang harus disikapi serius oleh pemerintah, Polri dan elemen lainnya," tutur Eman.
Ia meminta seluruh personil Polri menyiapkan mental juga fisik yang dilandasi komitmen moral dan disiplin kerja yang tinggi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. "Hindari sikap dan tindakan tidak simpatik, arogan dan lainnya yang tidak mencerminkan karakter jati diri sebagai sosok pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat," tegasnya.
Polri dimintanya bertindak tegas, tapi tetap humanis terhadap setiap pelanggaran hukum yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas, lewat deteksi dini. "Jalin kerjasama yang harmonis dengan seluruh instansi terkait, dan segenap potensi masyarakat dalam mewujudkan sinergi polisional yang pro aktif terhadap pelayanan pada masyarakat. Tindak pelaku penyelewengan BBM, penimbunan sembako dan perederan petasan," kata Eman.
Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas merespons positif harapan yang diungkapkan Wali Kota. "Kami telah buatkan surat untuk pangkalan dan agen BBM agar tidak melakukan penimbunan. Jika ditemukan akan ditindak. Artinya semua yang menyalahi aturan tetap ditindak, atak terkecuali," katanya.
Sebanyak 2/3 kekuatan atau 228 personil Polres menurutnya dikerahkan untuk memberi rasa aman bagi masyarakat. Soal sembako pihaknya telah bekerjasama dengan Disperindag untuk mengontrol agar tak ada penyelewengan.