Superball
Roman Weidenfeller tak Dipanggil ke Timnas Jerman
Kiper Borussia Dortmund itu sangat tersinggung karena prestasi apiknya belakangan ini seolah tak dilirik
Kiper Borussia Dortmund itu sangat tersinggung karena prestasi apiknya belakangan ini seolah tak dilirik sedikit pun oleh pelatih Joachim Löw. Padahal, dia punya peran mahabesar pada keberhasilan Dortmund merengkuh Die Meisterschale pada musim lalu.
Saat Dortmund menjadi yang terbaik pada musim lalu, Wiedenfeller tercatat membuat 14 cleansheet dari 33 laga yang dilakoninya. Sudah barang tentu, itu adalah prestasi tersendiri dan barometer yang sangat nyata akan keandalannya mengawal gawang. Hal lain yang membuat dia tersinggung tentu saja fakta bahwa Zieler baru 17 kali berlaga di Bundesliga 1 sementara dirinya sudah 230 melakoni laga di liga terelite di Jerman tersebut. Sudah begitu, dia pun sempat dua kali terpilih sebagai kiper terbaik di Bundesliga 1.
Saking kesalnya, Weidenfeller yang termasuk salah satu anak didik Gerald Ehrmann sampai tak kuasa menahan sindiran. “Selama ini, aku menerima ucapan manis yang hanya slogan belaka. Aku coba bertahan. Mungkin aku seharusnya memotong rambut atau tampil lebih lembut,” seloroh dia seusai Dortmund mengalahkan 1.FC Nürnberg 2-0, Sabtu (20/8).
Wiedenfeller memang sah-sah saja menghujat putusan Löw yang diumumkan melalui pelatih kiper timnas, Andreas Köpke, itu. Namun, jika ditelisik lebih jauh, kebijakan Löw sebenarnya bisa dipahami. Bagaimanapun, lebih penting memberikan kesempatan kepada kiper-kiper muda demi kepentingan Der Panzer pada masa mendatang.