Dugaan Pungli
Oknum Pegawai Dishub Mitra Diduga Lakukan Pungli
Yusti Rolos naik pitam saat berhadapan dengan oknum pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Mitra Noldy
Laporan Wartawan Tribun Manado Quin Simatauw
TRIBUNMANADO.CO.ID, RATATOTOK - Yusti Rolos naik pitam saat berhadapan dengan oknum pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Mitra Noldy Mandang belum lama ini.
Alasannya sederhana, karena ia sedang mengendarai truk dan melewati jalanan pertigaan pasar di Kampung kenari di kecamatan ratatotok untuk keperluan perbaikan jalan. Yusti tak terima karena sedang mengerjakan proyek pemerintah, tapi ternyata ia justru dipungli aparat pemerintah.
"Masa kami mau bikin jalan justru harus bayar restribusi, tak ada karcis dan pengguna jalan lain termasuk motor harus membayar Rp 5000 sekali lewat," ketusnya kepada Tribun Manado belum lama ini.
Yusti tak sendiri, ia dan beberapa rekannya mengaku heran karena harus bersitegang dan akhirnya langsung membayar karena tak ingin memperpanjang permasalahan.
Kadishub Mitra Sammy Mandagi kaget bukan kepalang saat mengetahui besaran restribusi yang ditarik anak-buahnya dilapangan sebesar lima ribu rupiah perkendaraan roda dua maupun empat dan truk besar.
"Kalau motor seribu, kalau mobil dua ribu, tidak benar itu kalau motor limaribu, apalagi restribusinya tanpa karcis, saya akan kroscek," tegas Mandagi pertelepon dengan Tribun Manado minggu sore (21/8).
Mandagi lebih kaget saat mengetahui bahwa pengguna jalan yang komplain karena dikenai restribusi adalah truk proyek perbaikan jalan.
"Kalau truk perbaikan jalan ya tak perlu bayar, bilang di lapangan itu petunjuk kadis," serunya dengan nada meninggi.
Mandagi menambahkan bahwa biaya restribusi yang harus disetor setiap bulannya sebesar 500 ribu perbulan untuk perhentian di kampung kenari tersebut.
Restribusi tersebut diminta kepada para pengguna jalan yang secara ikhlas memberikan pembayaran namun dengan karcis sah. Ia mengaku terkadang anak buahnya di lapangan mengeluh karena tak dapat memenuhi target restribusi tersebut.