Renungan Minggu

Pdt Deky Manoppo : Pertanyaan Yang Berfaedah

Peribahasa berkata malu bertanya sesat di jalan, jika kita tidak bertanya maka kita tidak mengerti,

Gembala GPdI Glory Manibang


Markus 10: 51-52

Peribahasa berkata malu bertanya sesat di jalan, jika kita tidak bertanya maka kita tidak mengerti, jadi bodoh dan tidak sampai di tujuan rahasia keberhasilan Nehemia berawal dari bertanya.

Bertanya pada Hanani dan kepada beberapa orang Yahudi, tentang keadaan orang-orang yang terluput dari tawanan dan keadaan yerusalem (Nehemia 1-2 dan 3)

Kekecewaan jemaat terjadi ketika jawaban-jawaban dari pengkotbah atau pendeta yang bukan dari pertanyaan jemaat-jemaat itu, Jemaat ingin mendapat kawaban jalan keluar dari permasalahan mereka tetapi jawaban yang didapat bukan dari pertanyaan itu, yang lebih parah lagi kalau sudah tidak ada yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu.

Apakah kita sudah mengajukan pertanyaan? Sering kali pertanyaan kita bersifat basa-basi kita bertanya tapi kita tidak mengharapkan jawaban, kita bertanya apa kabar tapi kita tidak mau tahu kabar apapun, kita bertanya bagaimana keadaanmu tapi kita tidak mau tahu keadaanmu, kita bertanya masalahnya tapi kita tidak tertarik masalahmu, kita seringkali bertanya bagaimana pembangunan rumah ibadahnya tapi kita tidak terherak membantu dana, kita bertanya apa sakitnyua tapi kita tidak memberi bantuan untuk membeli obat, kita bertanya berapa banyak orang miskin, anak yatim piatu dan anak putus sekolah tetapi kita tidak membantu, ini pertanyaan yang tidak berfaedah

Sebelum kita bertanya pada siapapun, tentang masalahnya kita harus memiliki kebenaran untuk melakukannya dengan menunjukkan keprihatinan yang tulus, kita sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada orang lain tanpa kemauan yang tulus, untuk benar-benar terlibat dalam masalah ini.

Keberanian bertanya akan mengubah hidup kita, kita harus bertanya dengan kesiapan untuk terlibat dalam segala sesuatu yang kita dengar dan lihat, seperti Nehemia bertanya dan bertindak. Apalagi Tuhan Yesus setiap bertanya Ia berbuat sesuatu yang Ia dengar dan lihat.

Yesus bertanya pada Baryolomeus apa yang kamu suka perbuat dan Bartomoleus menjawab celikkan mata saya dan Tuhan mencelikkan matanya dan ia dapat melihat. Yesus juga bertanya apa masalahmu, apa persoalanmu, apa pergumulanmu, Dia akan bertindak dan berbuat sesuatu karena Ia adalah Tuhan yang memiliki pribadi bertanya karena punya kepedulian. AMIN. (*/obi)

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved