Bulan Ramadan
Kenaikan Harga Sembako di Bitung Tak Mencolok
Harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) jelang hari raya lebaran Idul Fitri dibeberapa pasar dan swalayan di
Laporan Wartawan Tribun Manado Budi Susilo
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG
- Harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) jelang hari raya lebaran
Idul Fitri dibeberapa pasar dan swalayan di Kota Bitung tidak ada yang
mengalami kenaikan secara mencolok.
Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bitung, Jantje Jory Sakul, sejak dilakukan sidak harga ke beberapa titik kegiatan jualbeli, belum ditemukan permainan harga yang merugikan warga masyarakat.
"Kami belum temukan pedagang yang mencoba menaikan harga melebihi dari harga pasar yang berlaku. Inilah yang kami harapkan," ujarnya kepada Tribun Manado di ruang kerjanya, Jumat (19/8/2011).
Berdasar pantauan tim Disperindag Bitung bersama jajaran anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bitung komisi B bersama kepolisan Resort Bitung, pergeseran harga hanya di barang beras, naik di sekitaran Rp 5.
"Harga yang sering tidak tetap itu di bahan baku bumbu dapur. Kadang naik terus kadang turun. Tidak menentu tidak bisa ditebak kepastian harganya," tuturnya.
Ia mengungkapkan, masih ada beberapa swalayan yang masih belum disidak, selebihnya pasar dan swalayan seperti di Pateten, Girian, Winenet, Citymart dan Swalayan MM sudah dilakukan sidak.
"Kami belum lakukan sidak di Swalayan Waluko. Mungkin waktu dekat ini kami akan kesana," tegasnya.
Ditambahkan, anggota DPRD Komis B, Arifin Dunggio, menuturkan, selama melakukan sidak harga dan kondisi pasar, beberapa barang yang ditemukan masih dalam ambang batas kenormalan.
"Kami tidak temukan itu barang jualan yang kedaluarsa. Tapi kalau barang yang kemasannya rusak tapi belum kedaluarsa kami sita, tidak layak untuk dijual. Melindungi konsumen," tegas pria yang hobi membaca ini.