Tawuran
Polisi Masih Jaga Imandi-Tambun
Dua hari pasca tawuran antar warga Kelurahan Imandi dan Desa Tambun, Kecamatan Dumoga Timur,
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado, Edi Sukasah
TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG - Dua hari pasca tawuran antar warga Kelurahan Imandi dan Desa Tambun, Kecamatan Dumoga Timur, puluhan personil Polres Bolmong masih berjaga-jaga di tempat kejadian, Minggu (14/8/2011).
Polres Bolmong menyiagakan satu pleton unit kecil lengkap (UKL) yang terdiri dari berbagai satuan. Selain itu, satu pleton brigade mobil (Brimob) juga melakukan penjagaan di antara dua daerah tersebut.
Kapolres Bolmong AKBP Enggar Brotoseno melalui Kasubid Humas AKP Hadisiswoyo Gobel mengatakan penjagaan pada malam diperketat dibandingkan siang hari. Pasalnya, kerawanan meningkat pada waktu malam.
"Pada malam hari penjagaan dilakukan oleh satu pleton UKL dan satu pleton Brimob, siangnya kami mengerahkan personil dari semua polsek yang ada di Dumoga raya," ujar Hadi, Minggu (14/8/2011).
Kendati penjagaan dilakukan ketat, Hadi mengatakan situasi di dua tempat itu sudah terkendali. Apalagi pada Sabtu (13/8/2011) telah ada pertemuan antar kepala desa beserta tokoh masyarakat yang ada di daerah tersebut di Kantor Kecamatan Dumoga Timur.
"Sekarang ini kondisinya sudah terkendali. Sudah ada pertemuan. Masyarakat sepakat menyelesaikan persoalan sesuai dengan hukum yang berlaku," ujar Hadi.
Dia pun menambahkan, "Kapolres meminta agar semuanya sabar, tidak merusak bulan suci ini dengan tawuran. Mari, kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban."
Sehari sebelumnya, Sabtu (13/8/2011), Camat Dumoga Timur Yohanes Lomban mengatakan keadaan di Imandi dan Tambun sudah berangsur tenang. Apalagi Polres Bolmong telah menurunkan personilnya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di tempat kejadian.
"Saat ini para pelaku dan penyulut kejadian masih diburu oleh pihak kepolisian. Namun untuk kondisi saat ini masih aman dan terkendali," tambah dia.
Diketahui, tawuran antar warga terjadi di Kecamatan Dumoga Timur, Jumat (12/8/2011). Perkelahian massal ini menyebabkan seorang remaja bernama Dayo harus dibawa ke RS Datoe Binagkang kemudian dirujuk ke RS Kandou, Manado, karena kena sabetan cakram serupa samurai namun lebih lebar.