Ekonomi

Rupiah Ikut Melemah

Pergerakan rupiah terhadap dollar AS kembali terkoreksi pada Kamis (11/8/2011) pagi meski demikian

KOMPAS/HERU SRI KUMORO Perbandingan nilai mata uang dollar terhadap rupiah.

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA- Pergerakan rupiah terhadap dollar AS kembali terkoreksi pada Kamis (11/8/2011)  pagi meski demikian pelemahannya masih dalam kisaran terbatas.

"Penguatan mata uang rupiah pada perdagangan sebelumnya tampaknya belum stabil, sehingga pagi ini rupiah terkoreksi terhadap dollar AS, namun masih dalam kisaran yang terbatas," kata pengamat valas dari Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih di Jakarta, Kamis.

Kurs mata uang rupiah antarbank di Jakarta Kamis pagi melemah 28 poin terhadap dollar AS menjadi Rp 8.548 dibanding posisi sebelumnya  Rp 8.520.

Lana mengatakan, BI dapat mengintervensi dua pasar yaitu pasar valuta asing dan pasar obligasi untuk mencegah pelemahan rupiah dan kejatuhan harga obligasi lebih dalam. Ia menambahkan, cadangan devisa dapat digunakan untuk mengintervensi rupiah agar tidak mengalami volatilitas yang tinggi. "Intervensi cadangan devisa ini akan menarik rupiah dari pasar, dan di saat yang sama menggunakannya untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN)," katanya.

Sehingga, BI dapat menambah aset SBN dalam neracanya dan bisa menggunakannya sebagai instrumen moneter dalam operasi pasar terbuka (OPT). "Penggunaan obligasi pemerintah sebagai instrumen OPT lazim digunakan oleh banyak bank sentral lain. Selama ini BI mempunyai instrumen OPT sendiri yaitu sertifikat Bank Indonesia (SBI), Sertifikat Wadiah, Fine Tune Kontraksi dan Fine Tune Ekspansi," katanya.

Analis dari Bank Saudara Tbk Rully Nova menambahkan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS hanya bersifat jangka pendek, kondisi perekonomian dalam negeri yang positif akan memicu penguatannya kembali. "Stabilnya kondisi ekonomi dalam negeri akan menahan laju tekanan dollar AS," ujarnya.

Ia menambahkan, Bank Indonesia yang memutuskan untuk menetapkan acuan suku bunga (BI rate) pada 6,75 persen dinilai masih memadai dalam menjaga stabilitas makro-ekonomi dan sistem keuangan serta tetap mendukung ekspansi ekonomi yang terus meningkat di dalam negeri.

Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved