Antrean BBM
Pengsian BBM di SPBU Mulai Normal
Situasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar umum (SPBU) sudah mulai normal
Laporan Wartawan Tribun Manado Reza Pahlevi
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Situasi pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Stasiun Pengisian Bahan Bakar umum (SPBU) sudah mulai normal. Tidak ada lagi antrian panjang hingga ke jalan raya seperti beberapa minggu lalu.
Hal ini dikatakan oleh tiga pengawas SPBU yaitu Ridwan Paputungan, Pengawas Politeknik, Mario Rori, Pengawas SPBU Kairagi dan Johnny Djeddin, Pengawas SPBU Sario kepada Tribun Manado saat ditemui dimasing-masing kantor SPBU, Kamis (11/8/2011).
"Sudah mulai normal sejak minggu lalu," ujar Ridwan.
Hal ini dikarenakan,kata Ridwan, pengiriman dari Depot Pertamina Bitung ke SPBU lancar sebanyak 24 Kiloliter per hari. Pengisian dilakukan beberapa kali per hari secara bervariasi mulai 8 KL lalu 16 KL atau sebaliknya.
Selain itu, pengaruh penertiban pedagang eceran juga berdampak dengan persedian di SPBU sehingga bensin untuk masyarakat pengunaan kendaraan dapat terpenuhi.
Sebelumnya banyak pedagang pengecer bolak-balik yang beli di SPBU. "Berarti ada pengaruhnya," jelasnya.
Untuk mengantisipasi hari raya Idul Fitri, Ridwan mengatakan, bahwa Pertamina mengirimkan surat edaran ke setiap SPBU agar menjaga stok. Pun akan dilakukan penambahan 8 KL sehingga menjadi 32 KL.
Menurut Mario pun, kondisi pengisian di SPBU Kairagi sudah mulai normal dan tidak ada antrian panjang. "Sudah normal tidak ada antrian panjang," jelasnya.
Pengiriman BBM ke SPBU lancar. Kuota perhari 24 KL yang dikirim dalam beberapa kali per hari. Begitupun untuk mengantisipasi menjelang Hari Raya Idul Fitri Pertamina telah meminta kepada SPBU untuk manjaga stoknya dan juga akan ditambah kuota. Karena mereka tidak ingin SPBU kosong BBM.
"Jadi kalau kosong kirim. Jadi tidak mau kosong," terangnya.
Kondisi normal pun terjadi di SPBU Sario yang berada di tengah Kota Manado. "Sudah mulai stabil," jelas Johnny.
Ia mengatakan, pengiriman bensin ke SPBU dari Pertamina dilakukan pada pagi hari dan selang waktu pengiriman berikutnya juga tidak dalam waktu lama sehingga stok selalu ada dan tidak terjadi pengisian secara serentak.
"Kalau kosong dan dikirim lama. Bisa antri panjang sekali," jelasnya.
Ia menjelaskan pengiriman sebanyak 24 KL perhari dan terkadang ditambah 8 KL menjadi 32 KL. "Terkadang tambah 8 KL untuk ketahanan stok," jelasnya.
Menurutnya, stok sebanyak 24 KL perhari dirasa kurang cukup dan perlu ditambah. Karena kebutuhan perhari terkadang lebih dari itu.
"24 KL belum cukup. Seharusnya 32 KL perhari," jelasnya.