Investasi
Peluang Perdagangan UKM ASEAN Terus Dikembangkan
Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan bagian yang terpenting dalam mewujudkan ASEAN yang inklusif dan merata.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan bagian yang terpenting dalam mewujudkan ASEAN yang inklusif dan merata.
Lebih sekitar 96 persen unit usaha yang berada di Negara ASEAN adalah UKM. Menurut Direktur Kerja Sama ASEAN, Ditjen Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementrian Perdagangan, Iman Pambagyo, UKM yang mewakili sekitar 99 persen dari unit usaha di Indonesia, Singapura dan Thailand.
"UKM mempekerjakan antara 50 persen dan 96 persen dari jumlah tenaga kerja. Mewakili antara 30 persen dan 53 persen dari total produk domestik bruto (PDB) dan memberikan kontribusi antara 19 persen ke 31 persen dari total ekspor di ASEAN," kata Iman saat melakukan konferensi pers di Convention Center Novotel Hotel, Kamis (11/8).
Dalam press release, Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu mengatakan UKM memiliki peran yang sangat penting di ASEAN termasuk Indonesia. Selama ini UKM terus menunjukan kemampuannya untuk dapat bertahan da tetap dinamis.
"Kita perlu terus melibatkan UKM dan memastikan UKM memperoleh manfaat dari AEC untuk dapat mewujudkan sasaran ASEAN yang inklusif, merata, berkesinambungan danmemeliki ketahanan yang tinggi," ucap Mari Elka Pangestu.
Semetara itu, pada pertemuan AFTA Council, para Menteri menyepakati tindak lanjut berlakunya ASEAN Trade in Goods Agreetment (ATIGA). Langkah yang disepekati yakni program kerja komite SPS 2011-2015, list of superseded agreetment, ASEAN import LicensingProcedure (ILP) Guidelines serta perpanjangan waiver atas produk beras dan gula indonesia.
Lebih lanjut lagi, para Menteri AFTA juga akan mengkaji langkah-langkah penyederhanaan Aturan Asal Barang dan Surat Keterangan Asal Barang, kerja sama di bidang kepabeanan, rencanan pengembangan ASEAN trade Repository serta kerja sama dibidang standar dan kesesuaian.
"Dean AFTA mencatat bahwa perdagangan intra ASEAN mengalami kenaikan 31,2 persen dari US$ 376,2 miliar pada tahun 2009 menjadi US$ 519,7 miliar pada tahun 2010. Hal ini menunjukan bahwa implementasi CEPT-ASEAN yang dialnjut dengan ATIGA telah mendorong kinerja perdagangan ASEAN," ucap Iman.