Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dana BOS

Disdikpora Bolmong Janji Dana BOS Cair Usai Lebaran

Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bolmong menjamin dana Bantuan Operasional

Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu

Laporan Wartawan Tribun Manado, Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, BOLMONG - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bolmong menjamin dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) triwulan III bagi 280 sekolah dasar dan menengah pertama sudah bisa cair usai lebaran.

Namun, Manajer BOS Bolmong 2011 Mursidin Mokobombang mengingatkan para kepala sekolah (kepsek) untuk memasukkan surat pertanggungjawaban (SPJ) penggunaan BOS triwulan I dan II. Ini berdasarkan Permendiknas Nomor 37 tahun 2011 tentang petunjuk tehnis BOS.

"Dalam petunjuk teknis (juknis) tidak dibenarkan bila BOS triwulan III cair tanpa SPJ triwulan II. Artinya BOS triwulan III cair ketika sudah memasukkan dan merampungkan SPJ triwulan II. Semua jelas di aturan. Saya pun takut bila tabrak aturan,’’ kata Mursidin, Kamis (11/8/2011).

Sementara itu terkait dengan pencairan BOS triwulan I dan II, Kasubag Program Dikdispora Bolmong ini memastikan sudah selesai 100 persen. Pun dengan pemanfaatan oleh pihak sekolah. Namun dia mengakui SPJ triwulan II dari pihak sekolah masih belum semua terkumpul.

"Oleh sebab itu, seluruh kepsek diharapkan segera memasukkan pertanggungjawaban BOS triwulan II itu," harap dia.

Senada, Kepala Disdikpora Bolmong Ulfa Paputungan mengharapkan pihak sekolah segera memasukkan SPJ BOS. "Saat ini, sebagaian sekolah sudah memasukkan SPJ tersebut," kata Ulfa.

Adapun total dana BOS untuk SD dan SMP baik negeri maupun swasta di Bolmong mencapai Rp 17.355.504.000. Rinciannya, RP 11.7 miliar untuk 221 SD, dan Rp 5.5 miliar untuk 59 SMP.

Terkait dana BOS ini, beberapa kepsek mengeluhkan pencairan yang terlambat. Hal ini mengemuka pada acara tatap muka dengan Bupati dan Wabup Bolmong Salihi Mokodongan-Yanni Tuuk yang urung karena kedua pemimpin tersebut tak datang, Senin (8/8/2011) lalu.

Seorang perempuan kepsek yang tak mau disebutkan namanya mengatakan banyak permasalahan yang menimpa dunia pendidikan di kabupaten yang sudah memekarkan empat daerah baru tersebut.

"Masalah sertifikasi guru, tunjangan beras yang bertahun-tahun tidak kami terima, tunjangan tambahan penghasilan, dan juga dana BOS yang tidak jelas," kata dia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved