Kehutanan
Minsel Siap Jual Produksi Hutan 1500 Kubik Kayu Sengon
Awal September mendatang Minsel akan mengirim 1500 kubik balok kayu sengon, sebagai tahap pertama memasarkan hasil produksi hutan.
Penulis: David_Kusuma | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Awal September mendatang Minsel akan mengirim 1500 kubik balok kayu sengon, sebagai tahap pertama memasarkan hasil produksi hutan.
Pasar pun sudah disiapkan. Sebelumnya Pemkab Minsel telah melakukan kerjasama dengan PT Tirta Mahakam Resources Tbk, perusahaan tripleks dan kertas.
"Perusahaan bersedia membeli berapapun jumlahnya, asalkan diameternya 30 centimeter. Tahap pertama selepas Lebaran atau awal September ini, kami kirim 1500 kubik," Recky Rumintjap, Kadis Kehutanan (Dishut) Minsel, Selasa (9/8/2011).
Lanjut Rumintjap, tahun pertama perusahaan akan membeli potensi alam yang sudah ada, tetapi ke depan jika Minsel stabil produksi kayu Sengon, maka mereka akan datangkan pabrik ke Minsel.
"Kalau stabil produksi Sengon, lama-kelamaan mereka akan datang bawa mesin di Minsel. Bukan tidak mungkin pula sudah bisa ada pabrik kertas atau tripleks," ucapnya.
Perusahaan sendiri kata Rumintjap lagi, akan datang dengan docking langsung ke Pelabuhan di Mobongo mengangkut 1500 kubik Kayu Sengon tersebut.
Dijelaskan dia, Dishut Minsel saat ini sedang giat mengimbau menanam Sengon, sebab pasar sudah tersedia, apalagi jenis kayu ini lima sampai enam tahun sudah dapat dipanen.
"Di Minsel kebun bibit rakyat ada 44 kelompok, satu kelompok dari Kementrian Kehutanan akan mendapat Rp 59 380 000. Dimana 70 persen diimbau tanam Sengon, dan 30 persen endemik asli Minsel seperti cempaka dan lainnya," ujarnya menjelaskan.
Lanjutnya, untuk hutan tanaman rakyat (HTR), di Minsel ada 39 kelompok, dimana pagu anggarannya satu hektar Rp 5 531 000.
"Satu kelompok maksimal 20 orang dan minimal delapan orang, masing-masing anggota paling kecil lima hektar sehingga kalau ful, satu kelompok bisa mencapai 300 hektar," ungkap dia.
Meski begitu, bantuan untuk HTR adalah dana bergulir dan harus dikembalikan kelompok pada tahun ketujuh.
"Ini maksudnya agar setiap tahun bisa dievaluasi. Kalau tidak berhasil bantuan distop," imbuhnya.
Progam Kebun Bibir Rakyat banyak mendapat antusiasme petani Minsel, seperti kelompok Masembongan yang mengaku sudah memasukan proposal sejak Februari.
"Kami sudah masukan sejak Februari di Dishut Minsel, dan kami berharap di Kilometertiga bisa jadi satu diantara lokasi Kebun Bibit Rakyat," ujar Teddy Ruasey, Ketua Kelompok Masembongan.
Apalagi menurutnya disitu rawan banjir, seperti terjadi Tahun 2001 lalu hingga memakan korban jiwa, sehingga jika jadi lokasi kebun bibir rakyat bisa mencegah banjir terjadi. (vid)