Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penculikan

Henry, Walikota Lingig Diculik Tentara

Sekitar 30 orang bersenjata lengkap diduga anggota Tentara Rakyat Baru (NPA) menculik

Editor: Andrew_Pattymahu
en.wikipedia.org


TRIBUNMANADO.CO.ID, BUTUAN CITY -
Sekitar 30 orang bersenjata lengkap diduga anggota Tentara Rakyat Baru (NPA) menculik Walikota Lingig, Surigao del Sur, Henry S. Dano, dan dua pengawal militernya Sabtu, demikian dikatakan Direktur Kepolisian Daerah Caraga Inspektur Kepala Reynaldo S. Rafal.

Rafal segera memerintahkan Kantor Polda Surigao del Sur untuk menyelidiki insiden itu sementara gabungan militer dan kepolisian melakukan operasi pengejaran terhadap para penculik.

Mengutip laporan awal, kata Rafal, diduga anggota NPA dengan naik tiga kendaraan tiba di kediaman Dano di Poblacion Lingig pada sekitar pukul 06:30 waktu setempat.

Salah satu tersangka, mengenakan baju Tagalog Barong, mengetuk gerbang baja rumah walikota dan memperkenalkan diri sebagai petugas Biro Investigasi Nasional (NBI). Tersangka lainnya menyaru mengenakan seragam, kata laporan itu menambahkan.

Setelah salah satu rumah tangga Dano membuka gerbang, para tersangka langsung masuk, melucuti petugas keamanan walikota, dan kemudian membawanya pergi bersama dengan dua pengawal militernya.

Polisi mengatakan para tersangka naik tiga mobil van dengan walikota dan dua tentara di belakangnya. Mereka menuju ke Boston, Davao Oriental.

Sementara itu, Komite Manajemen Krisis (CMC) segera dibentuk untuk melakukan investigasi atas penculikan Walikota Dano.

Pemimpin CMC adalah Gubernur Surigao del Sur, Johnny Pimentel sementara anggotanya berasal dari militer, Kepolisian Nasional Filipina (PNP), Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah (DILG) dan sektor swasta.

Terletak di ujung pantai selatan Surigao del Sur, Lingig berada sekitar 110 kilometer dari Kota Butuan. Kota ini terletak dekat perbatasan provinsi Davao Oriental dan Surigao del Sur.

Sebelum menjadi kotamadya, Lingig suatu saat pernah menjadi area kolam kayu besar. Sebagian besar daerah Lingig dulu milik konsesi kayu besar mantan Paper Industries Corporation of Philippines (PicoP), yang digunakan untuk pembuatan pulp pabrik kertas terbesar di Asia.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved