Renungan Minggu

Pdt Stedi Tuegeh SAg : Bersatu Sebagai Tanda Murid Yesus Sejati

YESUS mengatakan bahwa ada 1 perintah baru, yaitu hendaklah kamu saling mengasihi. Padahal perintah untuk mengasihi itu sudah lama ada.

Pdt Stedi Tuegeh SAg : Bersatu Sebagai Tanda Murid Yesus Sejati
IST
Pdt Stedi Tuegeh SAg
Pendeta GMAHK Konfrensi Minut
di Jemaat Warukapas dan Wasian

"Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jikalau kamu saling mengasihi."
Yohanes 13:34-35

YESUS mengatakan bahwa ada 1 perintah baru, yaitu hendaklah kamu saling mengasihi. Padahal perintah untuk mengasihi itu sudah lama ada. Sejak Zaman Perjanjian Lama.

Kalau begitu apa yang baru dari perintah mengasihi ini? Dalam Yohanes 13:34, kasihilah sesamamu manusia seperti Aku (Yesus) mengasihi. Biasanya kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita. Kita berbuat baik kepada orang yang baik pada kita, itu hal yang biasa. Tapi Yesus mau agar kita menjadi orang yang luar biasa bukan biasa diluar.

Orang yang luarbiasa adalah yang tetap mengasihi seperti Yesus mengasihi. Walaupun orang lain berbuat jahat pada kita, kita diajarkan untuk tetap mengasihi mereka bahkan mendoakan dan memberkati mereka. Tampaknya ini sukar bukan? Tetapi ini adalah rahasia kuasa Yesus, mengapa?

"Yesus mendekati mereka dan berkata: "KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga..." Matius 28:18. Yesus berkata bahwa segala kuasa dibumi maupun disorga telah diberikan kepadaNya dan kuasa itulah yang akan menyertai orang-orang percaya. Bahasa Grika untuk 'kuasa' dalam Matius 28:18 adalah 'Exousia' yang berarti otoritas.

Kalau kita ambil contoh: Seorang Polisi yang berdiri di tengah jalan, dapat menghentikan sebuah mobil kontainer, sekalipun sebenarnya mobil kontainer itu jauh lebih kuat daripada polisi itu. Tapi mengapa mobil itu harus berhenti juga? Ya, karena polisi itu punya otoritas, membawa otoritas negara RI dengan seragamnya. Saya membayangkan, bagaimana kalau saya sebagai pendeta, lalu saya mengenakan stelan jas, kemudian berdiri di tengah jalan lalu menghentikan mobil. Pasti mobil itu akan berhenti, tapi bukan karena otoritas saya, tapi karena menganggap saya sebagai OGB (orang gila baru) buka? Mengapa? Karena itu bukan otoritas saya.

Saudaraku, kalau sesama orang Kristen selalu bertengkar, maka kita tidak akan menerima otoritas Yesus itu. Yohanes 13:35 mengatakan bahwa dunia akan mengenal kita sebagai 'murid' Yesus, hanya apabila kita saling mengasihi dan kalau kita disebut sebagai 'murid' Yesus, maka kita akan menerima kuasa itu. Inilah rahasianya supaya kita juga boleh punya otoritas Yesus: Persatuan dan saling mengasihi.

Saudara lihat, karena Yesus punya otoritas maka ketika setan melihat Yesus, dia langsung gemetar sebelum ditengking oleh Yesus. Saudaraku, setan tidak takut bila melihat seorang pendeta atau evangelis berpengalaman. Dia tidak takut kepada penatua atau diaken jemaat. Setan hanya gemetar bila melihat saudara punya otoritas Yesus.. Amin saudaraku? Apakah saudara percaya kalau setan lihat saudara, dia gemetar? Atau saudara yang gemetar? Rumah tanggamu yang gemetar? Kalau begitu, mengapa kita tidak bersatu, supaya kita boleh memiliki otoritas Yesus itu?
AMIN. (*/obi)

Editor: Rine Araro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved