Helikopter Jatuh di Bitung
Johanes Tertunduk Lesu Lihat Roy Nawawi Dimakamkan
Suasana di lahan pekuburan, Desa Kamanga, Kecamatan Tompaso mendadak ramai. Puluhan orang berbaju hitam datang bersama sebuah mobil jenazah
Sekitar pukul 15.30 Wita, rombongan yang mengantar peti jenazah Roy Nawawi tiba di tanah kelahiran ibunya. Puluhan keluarga dan teman korban kecelakaan helikopter di Gunung Dua Saudara berkumpul di sekitar liang lahat yang telah dipersiapkan. Beberapa keraban dan kawan korban mengangkat peti warna cokelat dari mobil kedalam areal pekuburan.
Tiba dilokasi yang telah ditentukan, secara perlahan mereka meletakkan peti tersebut dalam lobang sedalam sekitar satu meter. Tak banyak suara yang terdengar. Puluhan orang ini seperti terdiam dalam duka memandang peti jenazah yang telah diletakkan dalam liang lahat.
Pada samping kiri lobang tersebut, Astrid Masie, pacar korban nampak berdiri tegar menyaksikan peti kayu warna cokelat tempat kekasih hati berbaring. Sebuah foto Roy semasah hidup digenggam erat-erat. Saat itu tidak ada air mata yang menetes dari perempuan cantik ini. Seolah telah menerima takdir dari yang Maha Kuasa, Astrid hanya bisa terus memandang kosong kedalam liang kubur.
Tepat disamping kirinya, sesosok pria parubaya nampak tertunduk. Sesekali pria yang mengenakan tongkat ini melihat kearah peti jenazah. Berbeda dengan keluarga dan teman korban, Johanes Lumentah (85), kakek korban nampak berlinang air mata. Matanya memerah seolah menahan kepedihan hidup.
Seorang kerabat korban mengatakan, Roy adalah cucu kesayangan Johanes. Bahkan yang lebih membuat hati pria ini sedih adalah dirinya baru mengetahui kalau cucunya sudah meninggal pada pagi hari sebelum pemakaman.
"Keluarga sengaja menyimpan kabar ini sampai hari pemakaman. Jika terlalu cepat disampaikan, Opa Johanes pasti akan sangat terpukul," ujar pria tersebut.
Pelaksanaan acara pemakaman tidak berlangsung lama. Sekitar 30 menit kemudian, liang lahat tersebut mulai ditutupi campuran semen, pasir, dan batu. Pada bagian akhir acara pemakaman tersebut, rintik hujan sempat turun. Walau tidak berlanjut menjadi hujan, namun rintik hujan ini seolah menghentar Roy Nawawi ke tempat peristirahatan terakhirnya. (lucky kawengian)
