Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penertiban

Niat Razia BBM Eceran, Malah Jadi Razia Ternak Babi

Menariknya tim yang bermaksud mencari para pedagang BBM eceran justru menyambangi kediaman di kelurahan Bahu

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado Christian Wayongkere


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
- Operasi penertiban pedagang BBm subsidi kembali digelar oleh tim dari pemko manado yang melibatkan unsur Kecamatan Malalayang, kadis Infokom, aparat kepolisian, lurah, TNI dan pejabat dilingkungan pemko manado di Kelurahan Bahu Kecamatan Malalayang, Selasa (2/8/2011).

Menariknya tim yang bermaksud mencari para pedagang BBM eceran justru menyambangi kediaman di kelurahan Bahu untuk mengecek rumah warga yang dijadikan tempat ternak hewan Babi.

Di lokasi tersebut Camat Malalayang dan Lurah Bahu bermaksud untuk memberitahukan batas waktu relokasi ternak babi karena di temat tersebut bukan peruntukannya untuk ternak babi.

Para peternak babi menolak untuk ditertibkan. Suasana sempat tegang saat aparat pemerintah menerangkan kalau lokasi ternak babi mereka harus segera ditutup. "Kami minta waktu," kata Jerry Palungan seorang peternak.

"Mo kase besar dulu itu babi kong jual abis itu so nda mo ba piara di sini," tegasnya sembari menambahkan keberatannya bila ternak yang masih kecil mau langsung dijual. "Ini nda sama dengan ayam yang boleh dijual setiap saat," ucapnya.

"Nanti wali kota dan wakil sekarang baru jadi bagini dulu waktu wali kota Imba nda ada penertiban bagini," tuturnya dengan nada kesal. Ia mengaku merupakan satu diantara orang yang mati-matian mendukung Vicky dan Harley sebagai pimpinan Kota Manado saat kampanye. "Kita dulu setengah mati ada dukung pa dorang dua sampe jadi walikota dan wakil," ucapnya.

Menanggapi masalah tersebut Lurah Bahu Ivan Singal mengatakan pemerintah setempat sebelumnya sudah memberi tau kepada mereka agar segera dipindahkan tempat ternak mereka karena sudah mendapat keluhan dari warga sekitar yang terganggu dengan ternak babi tersebut.

"Memang perlu ada waktu dan persiapan untuk mereka pindah, mereka harus bisa mengerti agar secepatnya dipindahkan," kata Ivan kepada Tribun Manado Selasa (2/8/2011).

Terpisah Camat Malalayang Tresje Mokalu mengatakan langkah pemerintah untuk menutup tempat tersebut lebih dikarenakan karena sungai di bawahnya akan dimanfaatkan untuk tempat wisata. "Ke depan daerah aliran sungai Bahu akan dijadikan objek Wisata arum jeram," kata Mokalu.

Selain itu atas dasar undang-undang yang dikeluarkan oleh pemko manado terkait kenyamanan dan ketertiban kota manado. "Sudah jelas di atur dalam UU nomor 18 tahun 2002 tentang peningkatan ketertiban kota manado," tuturnya sembari menambahkan hasil pemerikasaan dari instansi yang terkait saat ini air yang ada di Sungai Bahu itu sudah tercemar. "Dari hasil tes air itu gatal dan tercemar," pungkasnya.(crz)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved