Bulan Ramadhan
Daging Sapi Ludes Kurang dari Tiga Jam
Kegiatan pasar murah bersubsidi yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI disambut antusias warga Jakarta.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Perikanan DKI, Dharma Setiawan, yang mengatakan daging dan ayam cepat terjual serta sangat diminati warga karena harga yang dijual lebih murah Rp 8.000 dibanding harga pasar. Komodoti lain seperti minyak goreng ataupun telur ayam negeri juga dijual murah karena disubsidi Pemprov DKI. "Daging sapi banyak diserbu warga karena hanya dijual Rp 61 ribu perkilogram. Harga tersebut tentu lebih murah dibanding harga di pasaran karena mendapat subsidi," ujar Dharma, Jumat (29/7/2011).
Dikatakannya, menjelang bulan puasa kebanyakan warga ingin makan daging atau ayam. Karena itu Pemprov DKI berinisiatif menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah. Dharma mengatakan untuk menggelar pasar murah daging sapi dan ayam negeri, pihaknya memilih wilayah kantong-kantong kemiskinan. Dengan demikian, tujuan dari penyelenggaraan pasar murah akan mencapai sasarannya.
Seperti yang diberitakan, Kabiro Perekonomian Pemprov DKI Ratnaningsih, menjelaskan pasar murah bersubsidi dimulai dari tanggal 27-29 Juli 2011. Pasar murah bersubsidi ini digelar di lima wilayah Jakarta yang merupakan hasil kerjasama Dinas Kelautan dan Pertanian DKI, PD Dharma Jaya, dan Perum Bulog.
Tanggal 28 Juli 2011 kemarin, pasar murah bersubsidi diadakan di kelurahan Kembangan Utara dan Rawa Buaya Jakarta Barat serta Kantor Walikota Jakarta Selatan. Tanggal 29 Juli 2011 ini, pasar murah bersubsidi digelar di kelurahan Gandaria Selatan dan Manggarai Selatan Jakarta Selatan, kelurahan Lubang Buaya dan halaman Kantor Kecamatan Pasar Rebo Jakarta Timur, serta di kelurahan Semper Barat dan Pademangan Barat Jakarta Utara. (*)