Kekerasan
Polisi Buru Penganiaya Wartawan
Hingga siang ini, polisi masih mengejar para pelaku penganiayaan dua wartawan di Kabupaten Wajo, Sulawesi
"Para pelaku masih kami kejar. Anggota sudah kami sebar untuk mempercepat pencarian para pelaku. Penangkapan para pelaku menjadi prioritas kami saat ini," kata Kapolsek Tempe AKP Mustafa Sani di Wajo, Jumat (29/7/2011).
Andi Erwin, Wartawan Harian Pare Pos, dan Jumardin, wartawan Sindo, dianiaya tujuh pemuda di Jalan Veteran, Sengkang, Kabupaten Wajo, Rabu (27/7/2011), sekitar pukul 03.00 Wita. Keduanya berboncengan sepeda motor, pulang dari hajatan salah seorang warga. Di tengah jalan, mereka dihadang. Informasi yang dihimpun, para pengeroyok sempat berselisih dengan korban di lokasi hajatan.
Akibat penganiayaan ini Andi mengalami luka serius dan sempat kritis. Sementara, Jumardin menderita luka sobek pada kakinya sehingga harus dijahit.
Ketua PWI Wajo Andi Heril Manggabarani berharap polisi dapat bertindak tegas menyikapi pemukulan kedua wartawan tersebut. Apapun alasannya, para pelaku harus diganjar hukuman setimpal.
"Kasus itu kita serahkan kepada polisi, biarkan proses hukum berjalan. Jika benar, ya benar, tapi jika salah maka pelaku harus berhadapan dengan hukum. Yang jelas, polisi harus bertegas menangani kasus penganiayaan itu," tegasnya.
Dihubungi terpisah, Jurmardin mengaku kondisinya hari ini mulai membaik kendati belum bisa berkativitas seperti biasanya. Ia belum bisa berjalan karena luka robek pada kaki kanannya saat kejadian.
Jumardin menceritakan, saat peristiwa tersebut, dia berbonceng dengan Andi. Ketika melintas di perempatan Jalan Jalan Anggrek-Bau Mahmud, motor yang dikendarainya terjatuh.
"Saat terjatuh saya tidak ingat apa-apa lagi. Saya juga tidak begitu mengenal para pelakunya. Saya masih harus istirahat karena belum bisa berjalan," katanya.