Bulan Ramadhan
Warga Karame Menyemut di Pasar Murah Disperindag
Ratusan orang Kelurahan Karame menyemut di halaman Mesjid Almaghfirah.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ratusan orang Kelurahan Karame menyemut di halaman Mesjid Almaghfirah. Warga yang keseluruhannya adalah kaum hawa tersebut menyerbu tenan-tenan yang dibuka oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manado dalam pasar murah menjelang Ramadan, Kamis (28/7/2011).
Sejak diumumkan melalui pengeras suara, ratusan warga langsung menyerbu, sehingga hanya dalam waktu satu jam saja, seluruh barang yang dijual habis dibeli.
Sina Pakaya (55) warga Kelurahan Karame akhirnya dapat menghirup udara bebas, setelah berjibaku dengan warga lainnya dalam membeli sembako dalam pasar murah yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Manado.
"Saya cuma mendapat terigu lima kilogram, padahal saya mau membeli beras, tapi sudah tak kebagian," ujarnya.
Menurutnya pasar murah yang digelar kali ini sangat membantunya untuk memenuhi kebutuhannya menjelang Ramadan. "Harganya murah, bila dibandingkan dengan yang di pasar, terigu dijual Rp 5000 per kilogram, padahal di pasar harganya sudah Rp 8000 per kilogram," katanya.
Hal yang sama juga dikatakan warga lainnya, Hawa Hasan (45) yang membeli 3 kilogram minyak goreng. Menurutnya harga yang dijual oleh Disperindag sangat murah dijual Rp 7000 per kilogram, sedangkan dipasaran harganya Rp 11.000 per kilogram.
Tapi dirinya mengaku kecewa dengan jumlah sembako yang dijual terlalu sedikit dibandingkan dengan warga. "Margarin Blue Band dijual Rp 33.000, sedangkan di pasaran dijual dengan harga Rp 37.000, memang cukup murah," katanya.
Kepala Disperindag Manado Fanny Sirang mengungkapkan pasar murah yang digelar menjelang Ramadan dan Idul Fitri menjual sembako seperti beras, telur ayam, minyak goreng, terigu, mentega, serta gula.
Pihaknya menjual harga murah karena bekerjasama dengan distributor yang ada di Manado. Namun demikian karena stoknya terbatas, pihaknya juga membatasi warga untuk membelinya, yaitu hanya boleh maksimal 5 kilogram. "Hal ini juga untuk mencegah aksi borong yang dilakukan oleh pedagang," katanya.
Rencananya pasar murah tersebut akan berlangsung di sembilan kecamatan yang ada di Manado, sampai dengan menjelang Idul Fitri nanti. "Kami harap warga tertib membeli sembako di pasar murah, agar seluruhnya dapat kebagian," ungkapnya.
Sirang menambahkan rencananya minggu depan pasar murah akan digelar di Kombos Timur. "Hal ini kami lakukan untuk mengurangi beban warga yang selama ini kesulitan, karena naiknya harga sembako," tuturnya. (erv)