Indonesia vs Turkmenistan
Ashgabat Beda dengan Stadion Gelora Bung Karno
Pelatih Tim Nasional Turkmenistan Hojageldiyev Yazguly memuji lapangan sepak bola di Stadion
"Memang sangat berbeda lapangan di Ashgabat dan Jakarta, rumput di lapang Geloran sangat bagus," ucap Hojageldiyev Yazguly di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (27/7/2011).
Pelatih Turkmenistan pun menjelaskan kenapa rumput di lapangan Ashgabat hancur. Hal tersebeut diakibatkan musim panas yang teramat panas di tahun ini dengan suhu mencapai 40 derajat celcius.
"Lapangan asgabat kenapa rumputnya bisa hancur karena faktor cuaca, Di Turkmenistan tiap musim panas selalu begitu tiap musim panas. Panasnya sangat dahsyat hingga mencapai 40 derajat celcius, jadi rumputnya mati," ungkapnya.
Tuturnya, sepanjang sepuluh tahun terakhir ini, saat ini di Turkmenistan meryupakan musim panas paling panas , tetapi bila 3-4 bulan lagi mihat stadion Ashgabat suasana akan berda.
"Sebenarnya para pekerja di Stadion Ashgabat, pada saat akan melaksanakan pertandingan kemarin sabtu (23/7/2011) akan mecoba mengganti dengan rumput baru, tetapi waktunya mepet jadi tidak ada lagi waktu untuk mengganti rumputnya," terang pelatih Turkmenistan.