Smart Mom
Enny Zuchriah Razal : Orangtua Harus Jelaskan Arti Bencana Alam
TIDAK boleh hanya berharap guru-guru di sekolah tempat anak kita menempuh pendidikan untuk menjelaskan tentang bencana alam.
Cara mengajarkannya bukan dengan papan tulis dan buku paduan. Cukup dengan memberitahukan jenis-jenis bencana alam yang mungkin bisa terjadi tiba-tiba disekitar kita dan bagaimana cara menghadapinya.
Itulah tips singkat dari ibu cerdas bernama Enny Zuchriah Razak-Sundalangi ini. Wanita kelahiran Bogor, 2 September 1962 ini menyakini jika pendidikan dari orangtua secara spontan dalam perbincangan makan malam misalnya lebih efektif daripada 'memaksa' anak memahami penanggulangan bencana yang terlalu teoritis.
"Hal terpenting tentunya mendoakan anak-anak. Agar anak-anak terhindar dari marabahaya," ungkap isteri tersayang Alfrests Sundalangi ini.
Bagi ibu 4 anak ini yang gemar memasak ini, mendoakan anak harus sesering mungkin. "Khusus saat ini, ketika Lokon dan Soputan meletus, saya selalu mendoakan khusus anak-anak agar terhindar bencana pada saat setiap sholat," kata alumni Akademi Sekretaris Indonesia Jakarta.
KEDUA anak Ibu Enny Razak berada di Jakarta. Pengalaman seru tentunya ketika gunung meletus sebab kedua anaknya yang sudah hijrah di Jakarta ikutan panik. "Waktu gunung Soputan meletus anak-anak di Jakarta telepon tanya kabar. Mereka khawatir karena abunya memang sampai di Manado," ceritanya.
Cara menenangkan anak-anak itu, kata Ibu Enny dengan memberi penjelasan tentang dampak yang sebenarnya tidak terlalu mengganggu Kota Manado.
"Saya jelasin baik-baik. Sebab bencana alam pasti ada, secara tiba-tiba. Harus waspada dan anak-anak memang perlu dikasih tahu perlahan-lahan agar tidak panik," jelasnya.
Menjelaskan tentang tsunami, banjir bandang, gempa bumi dan gunung meletus penting sebab memang daerah Sulawesi Utara rawan. "Dengar berita dan perkembangannya itu penting. Tapi lebih penting tidak panik dan jaga komunikasi dengan keluarga di luar kota agar tidak panik juga," jelasnya. (yudith rondonuwu)