Breaking News:

Impor

Indonesia Impor Beras Vietnam 500 Ribu Ton

Pemerintah Indonesia akhirnya mengimpor beras asal Vietnam. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Indonesia membeli sebanyak 500 ribu ton

Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah Indonesia akhirnya mengimpor beras asal Vietnam. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Indonesia membeli sebanyak 500 ribu ton. Kontrak pembelian beras dengan kandungan patah sebesar 15 persen tersebut telah ditandatangani pemerintah.

"Dengan Vietnam, ini nampaknya kita sudah bisa sepakati," ungkap Direktur Utama Badan Urusan Logistik (BULOG), Sutarto Alimoeso kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Jumat (22/7/2011).

Sutarto menjelaskan, kebijakan impor beras tersebut sesuai dengan kebutuhan masyarakat di Indonesia.

"Begitu pemerintah menugaskan Bulog, bulog harus bekerja dengan tepat dan cepat. Itu prinsip kita, makanya kita kemudian menjajaiki ke beberapa negara," ungkapnya.

Berdasarkan informasi dari seorang pedagang di perusahaan Eropa di Ho Chi Minh, Vietnam menjual 400.000 ton dengan butiran patah 15 persen seharga 495 dolar AS per ton. Sementara sisanya, sebanyak 100.000 ton untuk butiran patah sebesar 5 persen dengan harga sebesar 515 dolar AS per ton.

Namun, seorang pedagang lain mengatakan, Indoensia membeli 500.000 ton beras dengan komposisi 300.000 ton untuk butiran patah 15%. Harga pembeliannya sebesar 500 dolar AS per ton. "Harga gabah untuk butiran beras patah 15% ini naik cepat," kata seorang pedagang, Jumat (22/7/2011).

Dirut Bulog melanjutkan pembelian beras tersebut telah melalui penghitungan kemungkinan besaran penyerapan beras di dalam negeri. " Jadi yang selalu saya katakan berapa besarannya, tentunya besarannya kita memperhitungkan kemungkinan besarnya penyerapan di dalam negeri. Prinsipnya itu yang kita dahulukan," tegas Sutarto seraya mengemukakan, pembelian beras tersebut dilakukan agar tidak terjadi gejolak harga.

"Saya kira berhubungan dengan harga dunia kita harapkan jangan harga dunia itu tidak bergejolak," terangnya. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved