Gunung Lokon Status Awas

Abu Vulkanik Gunung Lokon Sampai ke Warembungan

Dampak letusan abu vulkanik Gunung Lokon dapat dirasakan warga Desa Warembungan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa.

Editor:
Abu Vulkanik Gunung Lokon Sampai ke Warembungan
TRIBUNMANADO/RIZKY ADRIANSYAH
Gunung Lokon terlihat dari Gunung Mahawu, Tomohon, Sulawesi Utara. Gunung Lokon saat ini berstatus awas.
Laporan Wartawan Tribun Manado Robin Tanauma


TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO
– Dampak letusan abu vulkanik Gunung Lokon dapat dirasakan warga Desa Warembungan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa.

Willy Rurugala, Sekretaris Desa Warembungan, mengatakan, sampai hari ini abu vulkanik Gunung Lokon masih berjatuhan di desanya.

“Tadi siang saya di kantor desa melihat abu vulkanik berjatuhan, tapi hanya sedikit, tidak seperti seminggu lalu abu vulkanik dari Gunung Soputan,” ujarnya pada Tribun Manado, Senin (11/7/2011)

Ditambahkannya abu vulkanik sudah beberapa hari ini sampai di desa Warembungan, “Kemarin ada hujan deras, terlihat air seperti lumpur turun dari atap rumah,” ujarnya.

Diakuinya, aktifitas warga tidak terganggu. Warga nampak beraktifitas sebagaimana biasanya. Pantauan Tribun Manado, jalanan di desa Warembungan cukup berdebu dan berpasir, karena seringnya beberapa kendaraan proyek melewati daerah tersebut dan adanya galian pasir di ujung desa. “Masyarakat beraktivitas seperti biasa, pengendara motor lah yang merasakan dampaknya karena jalanan berdebu, sebagian warga juga disini pekerjaannya sebagai tukang ojek,” ujarnya

Hal yang sama dikatakan Abetneju, warga jaga 4 desa warembungan, diakuinya abu vulkanik Gunung Lokon sudah beberapa hari dirasakannya. Awalnya, Abetneju mengaku, semburan debu vulkanik masih dari debu vulkanik Soputan. “Saya pikir abu yang ada masih dari Soputan, ternyata abu ini dari gunung Lokon.” ungkapnya

Robby Lapot, warga jaga 12 justru mengakui tidak merasakan dampak dari abu vulkanik gunung Lokon di daerah sekitarnya, menurutnya abu vulkanik gunung Lokon terhalang oleh Gunung Tatawiran dan debu juga di tiup angin hingga melewati desa Warembungan. “Desa ini terhalang gunung Tatawiran, abunya tidak sampai di sini, cuman waktu abu Gunung Soputan sampai di sini dampaknya,” ujar Robby. (obi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved