Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pengucapan Minsel

Warga Minsel Bawa Hasil Bumi ke Gereja

Hari Pengucapan Syukur yang identik dengan pesta, ternyata tidak mengurangi makna sebenarnya, yakni beryukur atas panen yang diberikan Tuhan.

Penulis: David_Kusuma | Editor:
Laporan Wartawan Tribun Manado David P Kusumah

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Hari Pengucapan Syukur yang identik dengan pesta, ternyata tidak mengurangi makna sebenarnya, yakni beryukur atas panen yang diberikan Tuhan.

Hal ini terpantau Tribun Manado, dimana warga saat masuk gereja menyumbangkan hasil kebunnya, seperti butir kelapa dan dodol hasil buatan di rumah.

"Minsel kan terkenal akan kelapa, jadi rata-rata warga memberikan butir kelapa sebagai bentuk menysukuri berkat Tuhan di Hari Pengucapan Syukur," ujar Memey, Jemaat di GMIM Imanuel Buyungon.

Tambah dia, makna sebenarnya dari pengucapan adalah seperti itu, menyediakan makanan dirumah adalah pelengkap.

"Tetapi sekarang kadang mulai bergeser ke pesta pora dan mabuk-mabukan. Tetapi semoga saat ini, makna itu masih ada," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved