Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Musibah

Kebakaran Ilalang Ancam Pemukiman Warga Banjer

Sebuah Bukit ditumbuhi ilalang di Kelurahan Banjer lingkungan 7 dilalap si jago merah, Minggu (10/7) sore.

Editor: Andrew_Pattymahu
zoom-inlihat foto Kebakaran Ilalang Ancam Pemukiman Warga Banjer
TRIBUNMANADO/RYO NOOR
Laporan Wartawan Tribun Manado, Yudith Rondonuwu

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Sebuah Bukit ditumbuhi ilalang di Kelurahan Banjer lingkungan 7 dilalap si jago merah, Minggu (10/7) sore. Api mengamuk melalap ilalang dan sejumlah pepohonan yang berada kira-kira 20 meter jauhnya dari pemukiman warga.

Sandy, seorang pemuda lingkungan 7 terlihat sibuk, menghujam kayu diilalang yang tengah dilalap api, sesekali ia nampak menghidar, karena radiasi panas api menyengat kulitnya. Sembari mengambil nafas panjang. Sesekali ia mengucek matanya yang pedih terkena asap.

Kemudian berbalik menghantamkan kayu ke api, kendati berat usahanya tak sia-sia, usai menjinakan satu titik, ia pindah ke titik lain. Disela sela kesibukannya, Sandy menuturkan kepada Tribun, api tersebut menyebar akibat ulah seorang warga yang membakar sampah. Ia melihatnya ketika, sedang bermain bola sore sekitar pukul 17.00 Wita, sebelum bukit terbakar.

Awalnya tak jadi masalah, Sandy sibuk main bola, namun saat matanya memandang bukit, jago merah dengan cepat menyebar menghaguskan ilalang, ia pun berinisiatif memadamkan kendati rumahnya jauh dari lokasi "Kalau dibiarkan ini nanti, rumah-rumah terbakar, rumah saya sih jauh dari lokasi," ucap dia.

Kepala lingkungan 7 Kelurahan Banjer Franky Mondanding (37) juga ikut memadamkan bersama empat pemuda  secara manual menggunakan kayu.

Kata Franky, usai magrib ia menyaksikan dari kejauhan bukit ilalang membumbung asap tebal, saat mendekat sebagian besar bukit sudah dipenuhi api. " Mengkhawatirkan, bisa masuk ke pemukiman warga, Kalau dibiarkan ini bisa menyebar ke pemukiman di atas (Wilayah Teling), apalagi disitu banyak pohon-pohon,"

Franky menuturkan, tak mengetahui identitas warga yang lalai hingga menyebabkan kebakaran. Kendati ada kecurigaan juga api sengaja disulut untuk membuka lahan perkebunan, Franky pun mengatakan, tak tahu pasti "Tidak tahu juga, kalau memang sengaja dibakar, untuk ditanami," ujarnya.

Buang Seke, seorang pemuda lain, juga nampak sibuk memadamkan api, namun ia sedikit kesal, sambil mengerutu, warga lain tak ikut membantu "Mereka cuma santai-santai, bantu kek, kami yang rumahnya jauh malah yang sibuk,pemadam juga sulit masuk sini," keluhnya.

Dari amatan Tribun kendati, ada warga dekat lokasi, meraka nampak tak terlalu kuatir, malah asik berdiam diri di rumah, ada juga warga hanya menonton api melalap bukit.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved