Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Youngster

Harus Lebih Baik!

Memasuki tahun ajaran baru, tentunnya mulai ada persiapan yang dilakukan pelajar. Baju seragam baru, sepatu yang

Tayang:
Penulis: Andrew_Pattymahu | Editor: Andrew_Pattymahu
zoom-inlihat foto Harus Lebih Baik!
TRIBUNMANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE

Memasuki tahun ajaran baru, tentunnya mulai ada persiapan yang dilakukan pelajar. Baju seragam baru, sepatu yang harus mengkilat, dan peralatan sekolah yang crengmerupakan bentuk prepare para pelajar. Tapi persiapan apa yang paling penting? ummmh. Anastasya Makawimbang, gadis yang bersekolah di SMU Eben Haezar Manado Kelas XII, diminta oleh papa ama mamanya untuk meningkatkan prestasi, setidaknya masuk lima besar di kelas.

Tasya yang meraih juara pertama dalam pemilihan Remaja Teladan (Retel) GMIM di Wilayah Manado Titiwungen ini menuturkan, persiapan mental siswa dalam tahun ajaran baru jadi hal penting.  "Sikap mental yang baik mempengaruhi kegiatan belajar kita."

Misalkan seorang siswa yang tidak mencolok dalam semua mata pelajaran di kelas, apabila di kelas baru tidak memeliki niat untuk menjadi lebih baik lagi, Tasya mengibaratkan ia sudah kalah sebelum berperang. "Harus punya semangat dong," ucap gadis menyukai nasi goreng ini, kepada Tim Edisi Minggu Tribun Manado, Jumat (9/7).

Tentunya di tahun ajaran baru siswa harus bertekad untuk mengejarkan semua pekerjaan rumah yang diberikan guru. "Kalau di tahun kemarin kita malas bikin tugas, sikap tersebu harus dirubah agar nilai-nilai kita menjadi baik," kata David Christianto Kakamore.

Semangat dan pantang menyerah merupakan kata kunci supaya smart youngster mampu meraih prestasi yang mentereng di kelas bahkan di sekolah. Seorang juara kata David, lahir dari sikap mau mencoba terus dan belajar dari kesalahan atau pengalaman lalu.

"Kalau soal baju seragam baru, sepatu baru, dan perlengkapan sekolah yang baru itu urusan nomor dua deh. Yang lebih penting kita harus mampu berprestasi di kelas dan mebuat ortu kita senang," kata Garry Gilbert Gerung.

Siswa harus menumbuhkan persaingan sehat di dalam kelas, kalau ada ujian dari guru trus melakukan nyontek, duh ngak banget deh. "Kalau kita mencontek terus kapan kita mau maju," ketus  Apriliani Ksandra Tumuli yang tercatat sebagai siswa SMA I Manado Kelas XII.

Satu lagi yang menjadi 'penyakit' hampir semua siswa di Indonesia, apa itu yah.? setiap bel sekolah berbunyi pada pukul 7 pagi ada siswa yang masih gedor-gedor pintu mintain Satpam atau penjaga sekolah supaya ngebukain. Wah, ternyata mereka bangun telat, ckckckck.

"Ini jangan menjadi kebiasaan setiap pagi. Kita harus mengukur berapa jarak rumah ke sekolah kita dan apakah jalan yang kita lalui itu akan kena macet atau tidak. Kalau misalkan rumah kita jauh dari sekolah dan jalannya akan macet, maka kita harus bangun pukul 5 pagi," kata Bela Ketsia Mahipe.

Michael Victor Warouw siswa SMU Eben Haezar Kelas XI menutrkan intinya tahun jaran baru kita harus siap menyonsgong masa depan. "Kalau kita malas di tahun lalu, tahun ini harus rajin jika tidak demikian maka kita akan kalah dengan teman-teman lain," katanya menutup perbincangan. (andrewapattymahu)  

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved