Antrean BBM
Humiang : Kaji Kembali Pembatasan Pembelian BBM
Saban hari Kota Bitung selalu dihiasi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
TRIBUNMANADO.CO.ID, BITUNG - Saban hari Kota Bitung selalu dihiasi antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Pembeli bensin premium bersubdisi jadi rebutan setiap hari pengguna kendaraan bermotor.
Pantauan Tribunmanado.co.id, Jumat (8/7/2011), SPBU Madidir menjelang malam sekitar pukul 17.00 Wita dijejali pengemudi kendaraan pribadi maupun angkutan umum, rela antre panjang memperoleh premium.
"Sudah biasa antre begini. Habis mau bagaimana lagi, bisanya hanya mengantre tunggu giliran," ujar Steven Nangoi saat ditemui dilokasi antre SPBU Madidir.
Selang satu kendaraan usai diisi bensin berlanjut datang kembali antrean kendaraan bermotor mengekor. Demikianlah suasana pantauan Tribun Manado di SPBU Madidir.
Tak ayal pun, ditempat lain terjadi serupa, seperti SPBU Wangurer sore detik-detik menyambut hari akhir pekan, perusahaan plat merah Pertamina jadi pusat keramaian. "Bensin mau habis. Isi bensin walau harus ngantri. Dari dulu memang harus antre," tutur Jhon Walangitan, sang pengendara motor merek asal Jepang ini.
Terpisah, Sekertaris Kota Daerah Bitung, Edison Humiang menanggapi hal itu, bahwa kebijakan mengenai pengetatan konsumsi bahan bakar minyak perlu dikaji kembali, sebab ditingkat lapisan masyarakat masih terjadi antrean panjang yang dapat mempengaruhi arus lalu-lintas Kota Bitung.
"Pertamina harus melihat ini lagi. Kami menilai pembatasan BBM tidak mengena kurang efektif," tegasnya.