Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Flu Burung

7 Kecamatan Diisolasi

Virus flu burung (H5-N1), yang pertama kali menyerang Desa Tanete, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten

Editor: Andrew_Pattymahu
K24-11 Flu burung merata di Kabupaten Sidrap. Sulsel menetapkan status siaga satu flu burung dan tujuh kecamatan di isolasi.

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIDRAP - Virus flu burung (H5-N1), yang pertama kali menyerang Desa Tanete, Kecamatan Maritenggae, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, kini semakin meluas.

Dinas Peternakan Kabuparen Sidrap bahkan mengklaim, penyebaran virus AI tersebut kini sudah merata di seluruh wilayah kabupaten pemasok ayam terbesar di kawasan Ajatappareng tersebut.

Hingga siang tadi, Jumat (8/7/2011) tercatat sudah 39 ribu ekor ayam yang tersebar di 30 titik peternakan diantaranya di Kecamatan Maritengae, Tellu Limpoe, Panca Rijang, Panca Lautang, Kulo, Baranti dan Kecamatan Watang Sidenreng, mati mendadak, dan kini diisolasi. Jumlah itu belum termasuk ayam yang tidak terdata.

Kabupaten Sidrap menetapkan wilayahnya dalam status siaga satu flu burung. Cepatnya meluas virus yang bisa menular ke manusia tersebut, membuat Dinas Peternakan Sidrap kewalahan, lantaran jumlah ayam yang mati terus bertambah, sementara persediaan vaksin semakin menipis.

"Pandemi meluasnya jangkauan virus avian Influenza memprihatinkan dan terus meluas ke 11 kecamatan lainnya. Kami kewalahan dan terpaksa minta bantuan pemerintah provinsi karena persediaan vaksin kami semakin menipis," kata Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Sidrap Muhammad Azis.

Satu-satunya langkah antisipasi yang dilakukan saat ini, kata Muhammad Azis, melakukan penyemprotan guna memutus mata rantai penyebaran virus H5-N1 dengan mengantisipasi aktivitas mobilisasi yang akan memasuki lokasi kandang ternak yang tidak menutup kemungkinan akan membawa virus, khususnya virus H5-N1.

"Kami mengharap Pemerintah provinsi dan pusat segera menyalurkan bantuan obat-obatan guna mengantisipasi penyebaran virus karena persediaan vaksin dan desinfektan kami semakin menipis, sementara ada sekitar 3.400.000 ekor ayam yang juga terancam mati terserang flu burung," tandasnya

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved