Flu Burung
Dinkes Minsel Antisipasi Penularan Virus ke Manusia
Ditemukannya virus flu burung atau H5N1 terhadap ayam di Desa Palelon dan Makaruyen, Modoinding,
Penulis: David_Kusuma | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Ditemukannya virus flu burung atau H5N1 terhadap ayam di Desa Palelon dan Makaruyen, Modoinding, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Minsel melakukan tindakan cepat untuk mengantisipasi penularan ke manusia.
"Kemarin langsung rapat bersama kepala Puskesmas Modoinding, membicarakan mengenai antisipasi penularan ke Manusia, dan sampai saat ini belum ada manusia yang terserang flu burung," ujar dr Jeffrey Rogi, Kadis Dinkes Minsel pada Tribun Manado, Rabu (20/4/2011).
Kata Rogi, warga pemilik ayam yang positif serta radius 50 meter sekitarnya akan terus dipantau, jika terserang sakit panas dan gejala flu maka akan langsung diperiksa. "Kami juga pantau kesehetan warga sekitar di Desa Palelon dan Makaruyen apalagi yang radius 50 meter yang ayamnya positif" ujar Rogi.
Tindakan pencegahan lainnya Dinkes Minsel mengirimkan satu dos obat tamiflu ke Puskesmas Modoinding, sehingga jika ada gejala-gejala flu burung langsung diberikan obat tersebut.
"Kami dapat tiga dos dari provinsi, satu dos berisi 100 kapsul. Dimana satu dos sudah dikirim ke Puskesmas Modoinding, jika memang sudah menyerang manusia dan parah maka provinsi pasti akan kirim lagi," ujarnya.
Selain itu, Dinkes Minsel langsung menyurati puskesmas di seluruh kecamatan di Minsel agar langsung segera sosialisasi flu burung tersebut ke warga sekitar.
"Agar puskesmas langsung sosialisasi ke warga pengenalan ciri-ciri flu burung, seperti hindari kontak langsung ke unggas apalagi yang daerah terindikasi positif," ungkapnya.
Untuk gejala-gejala pada manusia yang terserang kata dia, seperti sakit infeksi saluran pernapasan atas, yakni panas diatas 38 derajat celcius, batuk, beringus, sakit tenggorokan dimana sebelumnya orang itu ada riwayat berhubungan dengan unggas.
"Kalau misal ada warga terserang setelah kami rawat di puskesmas dengan memberikan tamiflu, maka langsung dirujuk ke RS Prof Kandou sebab mereka yang bisa tentukan apakah benar orang itu terserang flu burung atau flu biasa. Kalau dia sudah positif flu burung, maka daerah sekitar diisolasi," ujarnya menjelaskan.
Dinkes Minsel saat ini juga bersama Polres, dan Distanak Minsel terus melakukan antisipasi di Pos Perbatasan. Dimana kata Rogi, anggaran yang mereka siapkan untuk penanganan penyakit menular terlebih spesifik untuk virus dari hewan sebesar Rp 66 juta.
"Tetapi ini jika sudah mewabah ke manusia, pasti ada dana taktis dari Pemkab Minsel," ujar dia.
Dr Ketut Wayudiarta, dokter hewan di Distanak Minsel, mengatakan saat ini warga yang punya unggas di Desa Palelon dan Makaruyen yang radiusnya diatas 50 meter dari ayam yang possitif sudah koperatif untuk melaporkan ayam mereka.
"Mereka sudah laporkan, sehingga kami sudah lakukan juga penyemprotan disinfektan anti flu burung pada kandang ayam mereka," ujarnya.
Lanjutnya dua desa tersebut akan dipantau hingga 14 hari kedepan unggas yang ada, sejak hari pertama ditemukan ayam yang posotif flu burung.
Sementara untuk di Kecamatan Tompaso Baru dan Maesaan, dimana kemarin sudah dimusnahkan 19 di Desa Raratean dan 3 di Desa Temboan, ternyata ayamnya dari Mongkudai, Bolmong Timur.