Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Manado United

Ropan Lobi Pemain Medan Chiefs

Hasil paruh musim yang menuju zona papan bawah agaknya membuat manajemen Manado United (MU)

Tayang:
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Hasil paruh musim yang menuju zona papan bawah agaknya membuat manajemen Manado United (MU) seperti cacing kepanasan. Tak ingin terus menjadi sasaran kritik MU ke depan akan fokus mendatangkan pemain muda dengan skill di atas rata-rata sekaligus bangkit di paruh kedua musim kompetisi LPI tahun ini. 

"Tahun depan, skuad MU telah kami susun dengan mendatangkan pemain-pemain berkualitas dan skill di atas rata-rata," koar Ronny Pangemanan, Direktur Utama MU, Minggu (13/3). Dua di antara nama yang menjadi bidikan MU tahun depan yakni Baihakki dan Shahrir, masing-masing pemain Timnas Malaysia dan Singapura.

Keduanya kini membela Medan Chiefs, dan tahun depan keduanya ingin berlabuh membela MU. Kata Ropan sapaan akrab Ronny Pangemanan, keduanya mengaku ingin pindah ke MU. Katanya, ada kesamaaan atmosfer sepak bola yang hampir sama dengan Singapura. "Sehingga keduanya tertarik," sebut Ropan. 

Ropan menambahkan, dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan keduanya, dan mereka menyambut gembira. Namun mereka kini masih terikat kontrak dua musim dengan LPI dan bermain di Medan Chiefs. "(Baru) dapat pindah ke MU pada tahun mendatang," jelas Ropan.

Ropan tak menampik tahun depan MU bakal "revolusi" besar-besaran terhadap skuadnya, termasuk dengan mendatangkan 10 pemain baru, dan mendepak pemain yang tidak masuk dalam skema mendatang. Langkah revolusi dimaksudkan agar MU dapat bertengger di puncak klasemen LPI, minimal di papan atas.

Saat ini MU masih berkubang dengan zona papan bawah LPI. Selain Baihakki dan Shahrir, Ropa mengungkapkan setidaknya masih ada tiga pemain Indo-Belanda yang dibidik memperkuat skuad Badai Utara mendatang. Lalu tiga pemain asal Brazil dan sederetan pemain lokal dengan skill di di atas rata-rata seperti Nova Arianto, Bustomi, Isnan Ali, dan Aris Sunaryo. 

Sedangkan pemain Brazilnya kata Ropan, yakni Andre Gomes. Lalu siapa pemain Indo-Belanda? Ropan mengaku masih mencarinya. "Karena musim mendatang akan semakin ketat tim yang berlaga di LPI," sebutnya. Belum lama ini, Ropan sudah mengungkapkan keinginannya merekrut dua pemain Indo-Belanda yakni Gilmert dan Beukering.

Skuad renta
Terpisah, Pelatih MU Muhammad Alhadad mengaku mendukung penuh langkah Ropan mendatangkan pemain baru. Apalagi katanya, skuad MU sekarang masih dihuni pemain dengan usia di atas 30 tahun. "Kalau satu dua pemain berumur di atas 30 tahun masih wajar. Namun di MU (jumlahnya) 80 persen pemainnya di atas 30 tahun, dan itu tidak wajar," ungkap Mamak blak-blakan.

Karenanya, Mamak berharap manajemen segera merealisasikan pendatangan darah muda itu. Sehingga skuadnya dapat bergegas menuju tanggap persaingan papan atas LPI. "Jika pemain memiliki skill bagus dan masih muda hanya diberikan sedikit materi latihan akan menjadi makin baik," koarnya.

Kemarin, kendati tumbang dari Jakarta 1928, kedatangan skuad MU tetap mendapatkan sambutan hangat suporter setia. Mereka menyambut dengan menyanyikan mars kebanggaan masing-masing kelompok suporter sembari mengantarkan pemain MU ke mes tempat tinggal selama di Manado. (erv)

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved