Tsunami
Len Tergopoh Menuju Ruang Irina RS Kandou
Len Tergopoh Menuju Ruang Irina RS Kandou
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Len Runturambi (72) berjalan susah payah menuju gedung Irina Utama Nyiur Melambai RS Kandouw. Pengidap penyakit jantung itu tampak tidak bisa bernapas teratur. Dua orang suster membantu oma asal Desa Tombatu, Minahasa Tenggara ini.
"Dia seharusnya tidak boleh berjalan berat seperti sekarang, namun harus bagaimana lagi," ujar Alo Manoppo (78), suami Len.
Di tengah jalan Len sudah tidak mampu berjalan lagi. Untung saja, ambulance yang mengevakuasi pasien-pasien dari instalasi gawat darurat (IGD) lewat. Pasutri tersebut akhirnya bisa sampai ke gedung Nyiur Melambai.
Len langsung duduk di sofa lobby ruangan tersebut. Ruang perawatan di Irina Utama tersebut sudah penuh. Beberapa pasien juga terpaksa mennunggu di luar gedung tersebut.
Kepanikan juga telihat pada pasien-pasien lainnya. Ada yang langsung mencabut selang infus dan langsung berjalan. Rasa sakit tak dihiraukan lagi.
Beberapa pasien yang semula berusaha tenang juga tak bisa menyembunyikan raut kahawatir. "Ya ini mungkin persiapan untuk acara itu (ARF-DIREx)," ujar Wati yang mengantar ibunya.
Semua pasien yang semula berasal di IGD terpaksa harus diungsikan. Menurut dr Enny dari RS Kandow hal tersebut dilakukan sementara saja. "Kalau memang sudah lewat, kita kembalikan ke tempat semula," kata dia.
Sementara itu para medis tampak berusaha untuk tidak panik. Mereka bergegas membantu para pasien yang akan dievakuasi. Di lobby Irna Utama Nyir Melambai sebagaian orang menonton siaran langsung perkembangan terakhir gempa di Jepang.