Anak Hanyut
Warga akan Bantu Tutup Selokan
Jatuhnya Pencarian Novianto Samuel Paramahita Bua atau Egan tak lepas dari keadaan got atau selokan yang
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Tribun Manado/Edi Sukasah
Hingga Sabtu (12/2/2011) Egan yang diduga terjatuh di got ini Jumat (11/2/2011), belum ditemukan.
Laporan Wartawan Tribun Manado, Edi Sukasah
TRIBUNNMANADO.CO.ID, MANADO - Jatuhnya Pencarian Novianto Samuel Paramahita Bua atau Egan tak lepas dari keadaan got atau selokan yang kondisinya cukup membahayakan. Got yang berada di pemukiman yang cukup padat tersebut sebagian tidak tertutup, padahal lebarnya hampir 80 cm dengan kedaman 80 cm juga.
Masyarakat di lingkungan tersebut berharap agar got tersebut bisa ditutup. Bahkan kalau tidak ada bantuan dari pemerintah mereka akan membuat penutup dengan biaya sendiri.
"Sudah ada pembicaraan antar warga untuk membangun penutup got tersebut secra swadaya," ujar Kepala Lingkungan VI Paniki Dua Arnold Yawali kepada Tribun Manado, Sabtu (12/2/2011).
Dikatakan, kejadian yang menimpa Egan bukanlah yang pertama kali. Sebelum Egan pernah juga ada yang terjatuh namun masih bisa terselamatkan lantaran ada warga yang melihat kejadian. Hal yang sama juga pernah terjadi awal tahun 2000.
Sementara itu, hilangnya Egan juga menumbuhkan solidaritas di antara warga. "Warga di sini malam sekitar jam 12 juga turun lagi mencari hanya diterangi petromax dan penerangan seadanya," imbuh Arnold.
Ditambahkan, anggota PKK di lingkungan tersebut bahu membahu membantu keluarga Indranita Pattirani dan Franky Bua yang sedang dirundung duka. "Mereka berkumpul tadi malam menyiapkan apa-apa saja yang dibutuhkan seperti minuman," tandas Arnold.
TRIBUNNMANADO.CO.ID, MANADO - Jatuhnya Pencarian Novianto Samuel Paramahita Bua atau Egan tak lepas dari keadaan got atau selokan yang kondisinya cukup membahayakan. Got yang berada di pemukiman yang cukup padat tersebut sebagian tidak tertutup, padahal lebarnya hampir 80 cm dengan kedaman 80 cm juga.
Masyarakat di lingkungan tersebut berharap agar got tersebut bisa ditutup. Bahkan kalau tidak ada bantuan dari pemerintah mereka akan membuat penutup dengan biaya sendiri.
"Sudah ada pembicaraan antar warga untuk membangun penutup got tersebut secra swadaya," ujar Kepala Lingkungan VI Paniki Dua Arnold Yawali kepada Tribun Manado, Sabtu (12/2/2011).
Dikatakan, kejadian yang menimpa Egan bukanlah yang pertama kali. Sebelum Egan pernah juga ada yang terjatuh namun masih bisa terselamatkan lantaran ada warga yang melihat kejadian. Hal yang sama juga pernah terjadi awal tahun 2000.
Sementara itu, hilangnya Egan juga menumbuhkan solidaritas di antara warga. "Warga di sini malam sekitar jam 12 juga turun lagi mencari hanya diterangi petromax dan penerangan seadanya," imbuh Arnold.
Ditambahkan, anggota PKK di lingkungan tersebut bahu membahu membantu keluarga Indranita Pattirani dan Franky Bua yang sedang dirundung duka. "Mereka berkumpul tadi malam menyiapkan apa-apa saja yang dibutuhkan seperti minuman," tandas Arnold.