Kanal

Torang Kanal - Veibyolla Nicolin Pitoy Prihatin Kasus Pembuangan Bayi

Veibyolla Nicolin Pitoy. - TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus pembuangan bayi kembali terjadi di Kota Manado.

Hal in membuat banyak orang prihatin dengan hal itu.

Seperti yang diutarakan Veibyolla Nicolin Pitoy.

Menurut mahasiswa Universitas Katolik De La Salle ini, anak adalah anugerah Tuhan.

Sudah seharusnya bertanggung jawab atas kepercayaan yang Tuhan berikan tersebut.

"Meski mungkin yang membuang belum menikah, tak seharusnya membunuh bayi tersebut," kata mahasiswa Jurusan Pariwisata, semester III, Rabu (12/9).

Veiby setuju jika pelaku pembuangan bayi ini dihukum. Ini untuk memberi efek jera pada pelaku.

Ini agar warga lain juga tak melakukan hal yang sama. Tindakan hukum ini menurutnya membuat masyarakat takut melakukan hal itu.

"Kita kan negara hukum. Dan perbuatan menghilangkan nyawa itu melanggar hukum. Semoga petugas mengusut tuntas kasus pembuangan bayi ini. Agar pelaku mendapat hukuman yang setimpal dengan perbuatannya," ujar gadis kelahiran Tomohon 28 Februari 2000 ini.

Ia berharap ke depan tak ada lagi kasus-kasus pembuangan bayi. Masyarakat lebih sadar dengan tindakan kemanusiaan yang melawan hukum.

"Semoga tak ada lagi. Anak itu anugerah. Biar bagaimana pun harus diurus dan dibesarkan. Memang ada sanski sosial jika pada pasangan belum resmi. Tapi apalah arti sangski sosial dibandingkan dengan satu nyawa yang tak berdosa," jelasnya.

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer