Kanal

Prediksi: Rupiah Melemah, IHSG Berpotensi Tertekan

Pantuan pergerakan saham di BEI - kontan


TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih sulit bangkit. Minim sentimen positif yang bisa mendorong indeks.

Apalagi rupiah masih rentan melemah. Senin (10/9), indeks ditutup turun 0,35% ke 5.831,12. Investor asing mencatatkan net sell Rp 140,24 miliar.

Rovandi, analis Trimegah Sekuritas, menyebut, pelemahan rupiah jadi penyebab utama penurunan IHSG. "Meski secara resmi transaksi rupiah belum sampai Rp 15.000, tapi transaksi non delivery forward (NDF) telah menembus Rp 15.190," papar dia, Senin (10/9).

Saham di Bursa Efek Indonesia (kontan)

Prediksi Rovandi, Rabu (12/9), IHSG masih akan melemah didorong kecenderung penurunan rupiah berlanjut dan antisipasi pasar atas perang dagang antara Amerika Serikat dan China. IHSG diperkirakan bergerak di rentang 5.800-5.900.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan sependapat, isu perang dagang kembali membayangi pasar. Investor bakal mengantisipasi kebijakan Presiden Trump yang akan mengimplementasikan tarif impor terhadap US$ 200 miliar barang buatan China pada pekan ini.

Dari domestik tidak ada katalis yang bisa mendongkrak indeks. Dennies menduga, indeks lanjut turun dengan support 5.751 dan resistance 5.879.

Uang dollar AS (kompas.com)

Rupiah Kembali Melemah

Kekuatan rupiah memudar di awal pekan ini. Kembali memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China kembali menjadi katalis negatif bagi mata uang Garuda.

Senin (10/9), kurs spot rupiah melemah 0,25% jadi Rp 14.857 per dollar AS. Namun, kurs tengah rupiah Bank Indonesia menguat 0,33% ke level Rp 14.835 per dollar AS.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg

Video Detik-detik King Kobra Ditangkap Kurir JNE di Perumahan, Warga Mengaku Lihat Ada 6 Ekor Ular

Berita Populer