Kanal

Media Asing Bongkar Konspirasi Kejahatan Uang Besar di Pemerintahan Era SBY

Disebut Beralih ke Prabowo Tanpa Izin, Begini Kata SBY - YOUTUBE

Berdasar catatan LPS pada 2015, sebuah perusahaan asuransi menuliskan angka Rp 3,06 triliun pada promissory note syariah.

Pada 2015, menurut catatan LPS, perusahaan asuransi mencatatkan Rp 3,065 triliun (USD 230,65 juta) pada surat promes syariah menjadi nol.

Para penggugat menuduh bahwa penjualan Bank Mutiara ini adalah konspirasi yang dieksekusi melalui perjanjian pembelian saham ilegal, pribadi, dan tidak transparan.

Artikel menyebutkan konspirasi ini dirancang oleh Kartika Wirjoatmodjo, bankir terkemuka di Indonesia, dan pihak lainnya, "dengan maksud menjarah kekayaan LPS dan cadangan asuransi dalam jumlah yang melebihi USD 1,05 miliar selama 10 tahun".

Kartika Wirjoatmodjo (Asia Sentinel)

Pencurian ini bertujuan untuk memperkaya penguasa yang memnggunakan kekuasaan untuk mencuri sumber daya Indonesia dan juga menipu kreditur prioritas, yaitu para penggugat.

Weston, yang menugaskan laporan itu, telah melancarkan kampanye hukum lima tahun di pengadilan di seluruh dunia untuk mengklaim kembali 620 juta dolar AS yang dicuri darinya dari 2008 hingga 2015.

Weston merasa dicurangi melalui penjualan Bank Mutiara oleh LPS yang tak transparan, disertai penggelapan dan pencucian uang yang dipimpin oleh Bank Deposit Insurance Corporation Indonesia dan mantan CEOnya, Kartika (yang kini CEO PT Bank Mandiri).

Total jumlah gugatan Weston dan anak perusahaannya telah mencapai hingga lebih dari USD 1,24 miliar atau Rp 18,3 triliun.

Serangkaian konspirasi dan tindak kriminal di atas telah diselidiki Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini.

Kasus itu telah membuat mantan Deputi Gubernur BI Budi Mulya menjadi tersangka.

Halaman
1234
Editor: Valdy Suak
Sumber: TribunWow.com

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer