Kanal

Kisah Gus Miftah Pendakwah di Klub Malam, Mulai Digoda PSK Seksi Sampai Ditantang Preman

Ilustrasi -

 

"Awalnya saya surati, saya datangi. Saya ajak komunikasi baik-baik. Saya sampaikan 'sejelek apapun kita masih butuh Tuhan'. Sementara kesempatan anak-anak kafe, lokalisasi itukan minim dibandingkan dengan kita," ujarnya.

"Nah ini saya punya cara, kalau boleh saya bikin acara di sini (kafe dan salon plus-plus). Saya tembusin ownernya, ya ada yang respon, ada yang menolak, ada yang menolak kemudian menerima," imbuhnya.

Bernostalgia, ia beberkan tempat pertama yang ia datangi sekira tahun 2004 silam, yakni Pasar Kembang atau yang biasa disebut Sarkem, lokalisasi di Jogjakarta.

Pertama kali mengajukan izin untuk berdakwah, ia sempat diajak berkelahi oleh preman-preman di sana.

Bahkan ia sempat berhadapan dengan Gun Jack, satu di antara preman yang paling ditakuti di Jogjakarta.

"Tempat pertama itu di Sarkem. Responnya pertama kali saya mau diajak kelahi sama preman-preman. Saya dianggap orang gila. Akhirnya saya bisa meyakinkan mereka," terangnya.

"Dulu almarhum Gun Jack itu pertama kali (yang tanya saya), 'visi misinya apa, tujuannya apa, kalau mau kisruh, ya kita habisi di sini'," kenangnya menirukan percakapannya dengan Gun Jack.

Gus Miftah pun menjelaskan maksud kedatangannya untuk menjadi jalan bagi teman-teman pekerja seks komersial (PSK) kepada Tuhan.

"Ya saya bilang, 'nggak, saya hanya mau berbagi dengan mereka'. Saya bilang, 'ini sebenarnya teman-teman butuh Tuhan, tetapi nggak ada jalan. Biarkan saya jadi jalan untuk mereka'," papar Gus Miftah.

Halaman
1234
Editor: Valdy Suak
Sumber: Tribun Sumsel

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer