Kanal

Kredit Macet Multifinance Masih Naik

Tingkat penjualan rumah di Yogyakarta merosot 10-20 persen. - SHUTTERSTOCK

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Rasio kredit bermasalah alias non performing finance (NPF) industri multifinance kembali naik di Juli 2018. Pelaku usaha menilai, masih efek Lebaran.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sampai Juli 2018 memaparkan, NPF industri di 3,18%. Angka ini naik 0,03% dari Juni 2018 sebesar 3,15%. Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno mengatakan, pasca Lebaran rasio kredit bermasalah para pelaku usaha cenderung naik. Tapi dia yakin, akan berangsur membaik. Sampai akhir tahun 2018, Suwandi yakin, NPF turun ke 2,9%.

Syaratnya, pertumbuhan pembiayaan meningkat. "Saat ini pertumbuhan aset sudah 8%. "Tapi pertumbuhan ini terhambat karena perbankan berhati-hati menyalurkan dana ke multifinance menengah ke bawah," ujar Suwandi.

Untuk itu, APPI menyiapkan sistem verifikasi aset yang dijaminkan kepada bank bernama asset registry system. Ini upaya asosiasi meningkatkan kepercayaan perbankan pada industri multifinance.

Menjaga rasio NPF

Rasio kredit bermasalah PT Mandiri Tunas Finance (MTF) justru terlihat stabil. Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo menjelaskan, Juli 2018 NPF perusahaan ini di 0,8%.

"Sampai akhir tahun kemungkinan naik sedikit, tapi diusahakan NPF di bawah 1%," kata dia.
Peningkatan NPF menurut Harjanto karena efek gempa Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Meski begitu, dampaknya terhadap total kredit macet tidak begitu besar.

Agar menjaga NPF tetap aman, MTF menjalankan beberapa strategi. Seperti memperkuat credit scoring serta meningkatkan portofolio kredit kendaraan bermotor baik dengan BSM-Oto maupun segmen korporasi yang secara kredit terhitung bagus.
BCA Finance mengaku juga akan mengawal ketat NPF agar tidak semakin membengkak sampai akhir 2018.

Presiden Direktur BCA Finance Roni Haslim mengatakan, sampai Agustus 2018 NPF keterlambatan di atas 30 hari di 1,24%. Sedangkan akhir Desember 2017 di angka 0,82%."Ada kenaikan karena masih faktor Lebaran," kata Roni, Jumat (7/9).

Sampai akhir tahun, BCA menjaga NPF di bawah 1%. BCA Finance akan melakukan pengawasan ketat saat proses akuisisi di awal dan pemilihan nasabah. Penetapan down payment (DP) tidak akan terlalu kecil. BCA Finance mematok DP di angka 30%.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg

Viral Reaksi Ketum PSSI Edy Rahmayadi Menutup Wawancara Sepihak, soal Insiden Tewasnya The Jak Mania

Berita Populer