Kanal

Bank Gandeng Pelaku E-Commerce dan Tekfin

BNI Yap! Fest Manado 2018 gelar senam zumba bersama - TRIBUNMANADO/HERVIANSYAH

TRIBUNMANADO.CO.ID- Era digital membuat industri perbankan semakin gencar berinovasi untuk mendorong transaksi pada digital banking. Tidak hanya meluncurkan produk digital, bank juga kini berlomba menjalin kerjasama dengan para pelaku industri digital seperti dengan pelaku e-commerce maupun perusahaan teknologi finansial (tekfin) atau financial technology (fintech). 

Bank BNI misalnya lewat aplikasi digital yap! kini setidaknya sudah bekerjasama dengan lebih dari 270 perusahaan teknologi finansial (tekfin/fintech), e-commerce dan insitusi yang menjadi partner bisnis BNI.

Direktur Teknologi Informasi (TI) dan dan Operasional BNI Dadang Setiabudi mengatakan, yang terbaru BNI menggandeng tekfin berbasis aplikasi yang bergerak di bidang logistik bernama Triplogic. Dalam kerjasama ini, BNI tidak hanya menyediakan layanan sistem pembayaran. Bank BUMN ini menyediakan seluruh akun yang terdaftar di aplikasi Triplogic langsung menjadi nasabah e-wallet BNI, yaitu UnikQu.

Praktis, dengan cara ini BNI akan lebih mudah untuk melakukan penetrasi ke pasar digital. Walaupun BNI mengaku tak mematok target di tahun ini, Chief Executive Officer (CEO) Triplogic Oki Earlivan Sampurna optimistis, di tahun 2018 ini saja dapat merangkul 100.000 pengguna.

BNI juga sudah menggandeng tekfin lain seperti Go-Food dan Go-Pay. Kerjasama ini memungkinkan para merchant BNI dan Go-Food dapat terkoneksi dalam sistem pembayaran quick response (QR) milik masing-masing. Namun, masih dalam kajian.

Dadang bilang, kerjasama antara e-commerce dan tekfin sudah ada dalam peta jalan BNI. Realisasinya sejauh ini antara lain, bekerjasama memberikan layanan open API management dalam bentuk payment gateway services, white labeling service uang elektronik dan service share biller.

"Beberapa di antaranya yang diajak kerjasama, seperti Traveloka, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, PayTren, Xendid, Paypro dan banyak lagi," ujar Dadang, Minggu (9/9). Application program interface (API) memungkinkan pelaku fintech atau e-commerce terkoneksi dengan layanan perbankan.

BNI mulai fokus mengandalkan cabang nirkantor (branchless banking), antara lain dengan menjadikan agen Laku Pandai sebagai ujung tombak. Dalam upaya mendorong digital, sebelumnya BNI menyebut tahun ini sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 2 triliun untuk belanja modal. Separuhnya atau Rp 1 triliun untuk kebutuhan teknologi informasi (TI).

Adapun Direktur Bank Central Asia (BCA) Santoso Liem mengatakan, BCA sejauh ini sudah bekerjasama dengan lebih dari 200 e-commerce. Sementara untuk tekfin banyak juga yang bekerja sama dengan menggunakan API BCA dan bekerja sama dengan Venture Capital (anak perusahaan BCA). "Digital banking BCA ke depan akan mengembangkan channel lewat kolaborasi dengan perusahaan digital lain," ujar Santoso.(ktn)

Editor: Herviansyah
Sumber: Kontan

Warga Gerebek Guru Honorer Asal Madura yang Cabuli Siswi SMP di Dalam Mobil, Awal Kenalan di Medsos

Berita Populer