Kanal

Mayat Tanpa Identitas Hebohkan Warga Talaud

Penemuan sosok mayat tanpa identitas di perairan Talalud - Ist

Laporan Wartawan Tribun Manado Jhonly Kaletuang

Melonguane, TRIBUNMANADO.CO.ID - Warga yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud dibuat heboh dengan penemuan mayat tanpa identitas di perairan Talaud.

Data yang dihimpun dari humas polres Talaud, sosok mayat tanpa identitas yang nyaris menyisakan tulang belulang tersebut, ditemukan di perairan berjarak sekitar 20 mil laut dari pantai Desa Maririk, Kecamatan Essang, Kabupaten Kepulauan Talaud. Kamis (06/09) sekitar pukul 14.00 Wita.

Mayat ditemukan pertama kali oleh dua nelayan Desa Ambia Utara, yakni Hengki Pareda dan Hendriko Tempoh.

Siang itu keduanya sedang mencari ikan dan tiba-tiba melihat sesosok mayat, mengapung di lautan lepas.

Kemudian, penemuan mayat tersebut diberitahukan kepada dua nelayan Desa Ambia Utara lainnya, Darwin Laliboso dan Heri Pontege yang saat itu berada tak jauh dari lokasi penemuan.

Keempatnya kemudian mengevakuasi mayat ke Desa Ambia Utara, menggunakan perahu milik Darwin.

Tiba di Ambia Utara, sekitar pukul 15.50 Wita, kejadian ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Essang.

Dikatakan Kapolsek Essang, Iptu Dekmar Lerah, kondisi mayat saat ditemukan menggunakan kacamata selam. Wajah mayat, lanjutnya, tidak bisa dikenali lagi dan jenis kelaminnya belum bisa dipastikan.

“Karena kondisi mayat telah rusak. Kami menunggu tim identifikasi Polres Talaud,” kata Kepolsek.

Kapolsek mengimbau masyarakat yang mungkin mengetahui identitas mayat ini, harap segera melaporkan ke pihak kepolisian.

“Termasuk masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, harap menghubungi pihak kepolisian,” tambahnya.

Mayat kemudian diperiksa oleh pihak Puskesmas Essang Selatan, dan diketahui berjenis kelamin pria. Mengingat kondisi mayat yang semakin parah dan belum ada pihak keluarga yang melapor, mayat akhirnya diserahkan kepada pemerintah desa Ambia Utara, sekitar pukul 23.00 Wita.

Kemudian jenazah dimakamkan di desa setempat, didahului dengan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Nogi Marasut. “Pemakaman turut disaksikan oleh pihak kepolisian, pemerintah kecamatan dan desa, serta tokoh adat dan masyarakat setempat,” akhir Kapolsek.

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Ferra Faradila Rizki Sahibondang
Sumber: Tribun Manado

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer