Kanal

Eman Sebut Poin Berikut Ini yang harus Diperhatikan Dalam Penyusunan KUA-PPAS tahun 2019.

-

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON - Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman SE Ak membuka kegiatan penyusunan KUA dan PPAS Tahun 2019 bertempat di Mercure Manado Beach Resort, Jumat (06/09/2018).

Eman mengatakan, Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), atau yang biasa disingkat KUA-PPAS adalah dokumen anggaran yang digunakan sebagai pedoman dalam penyusunan APBD.

Kebijakan umum anggaran adalah dokumen yang memuat kebijakan bidang pendapatan, belanja dan pembiayaan serta asumsi yang mendasarinya untuk periode 1 tahun.

Ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan terkait kegiatan penyusunan KUA-PPAS tahun 2019.

Selain mengakomodir kenaikan gaji ASN sebesar 5 persen penguatan TIFF 2019, penguatan infrastruktur RSU Daerah dengan membangun fasilitas masyarakat yaitu terminal, pembangunan daerah Kota Tomohon pun menjadi memperhatikan dan prioritas penyusuna KUA-PPAS.

Prioritas pembangun yang dimaksud adalah kemandirian ekonomi dan daya saing penanggulangan kemiskinan, pengangguran, permasalahan sosial, dan penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.

Tak hanya itu, pelestarian SDA dan lingkungan hidup, serta penanggulangan bencana dan penataan ruang pariwisata serta budaya dan pembangunan infrastruktur pun diharapkan jadi prioritas.

"Melakukan penguatan dalam bidang olahraga untuk menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi dengan adanya proyeksi kenaikan jumlah APBD diharapkan daerah mengalami kenaikan PAGU anggaran," kata Eman.

Bahkan RANPERDA tentang APBD 2019 juga diwajibkan rampung paling lambat satu bulan sebelum dimulainya tahun anggaran 2019.

Tampak hadir Asisten Umum Ir Corry Caroles, Asisten Perekonomian Max Mentu SIP MAP, Asisten Kesejahteraan Rakyat Drs Octavianus DS Mandagi serta jajaran pemerintah Kota Tomohon. (Tribunmanado.co.id/FerdinandRanti)

Penulis: Ferdinand_Ranti
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer