Kanal

Masyarakat Ratatotok Butuh Tempat Sampah, DLH Malah Kasih ke Wilayah Lain

Tempat sampah yang disebar di sejumlah daerah di Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara. Tempat sampah seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat di wilayah Ratatotok Raya. - TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Sungguh ironi.

Di tengah kebutuhan masyarakat di wilayah Ratatotok Raya kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) akan tempat sampah, justru berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan Dinas lingkungan hidup (DLH) Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara.

Permintaan akan tempat sampah disuarakan masyarakat Ratatotok Raya kepada Wakil Ketua DPRD Mitra Tonny H Lasut saat menggelar reses, Selasa (28/08/2018).

Menurut kepala bidang persampahan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan dinas lingkungan hidup (DLH) Mitra Deddy Siwi, untuk wilayah Ratatotok belum akan kebagian tempat sampah, nanti diupayakan tahun 2019.

"Untuk sekarang ada 120 unit yang terdiri dari 30 untuk sampah organik, 30 non organik, 30 untuk B3 dan 30 untuk sampah guna ulang. Dan delapan unit kontainer sampah akan diberikan di daerah lokus penilaian piala Adipura dan dalam kota Mitra," kata Deddy kepada TribunManado.co.id, Selasa (28/08/2018).

Saat ini tender pengerjaan 120 unit tempat sampah oleh pihak ketiga dengan sistem penunjukan langsung (P) sedang dikerjakan.

Baca: Gelar Reses, Tiap Pimpinan dan Anggota DPRD Dapat Rp 25 Juta, Ini yang Dikeluhkan Warga Ratatotok

Nantinya akan dipasang tiap titik empat tempat sampah sesuai fungsinya.

Ada warna merah, kuning, hijau dan biru. Penyebaran tempat sampah yang baru dibuat nanti meliputi Kecamatan Ratahan dan Ratahan Timur untuk 120 unit serta delapan unit tipe konteiner akan disebar di Desa Pangu 1, Wongkay dan Wongkay 1. Kelurahan Nataan, Lowu, Lowu Utara, Tosuraya dan Desa.

"Untuk wilayah Ratatotok, Belang dan wilayah sekitar belum," tambahnya.

Namun demikian, DLH Mitra berjanji semua wilayah tetap akan dapat.

Belum bisa semuanya karena saat ini melihat dana dan anggarannya yang masih terbatas.

DLH menjanjikan di tahun 2019 akan diberikan di wilayah yang belum ada.

"Kami juga sedang menunggu usulan permohonan bantuan tempat sampah ke bank SulutGo dan kementrian, kalau itu tembus akan diberikan sesuai dengan permintaan dari bawah," kata dia.

Menurut Deddy tempat sampah bukan kewajiban pemerintah, melainkan siapa yang menghasilkan sampah harus menyiapkan tempat sampah.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado

Viral Wanita Terobos Rombongan Presiden Jokowi dan Acungkan Jari Tengah, Tabrak Polisi yang Mengawal

Berita Populer