Kanal

Steiner dan Mhoty Nyaris Bertabrakan dengan Truk, Pengendara Keluhkan Preservasi Jalan di Pangu

Suasana ruas jalan di Gunung Potong Desa Pangu, Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, Senin (27/08/2018), yang tengah dipreservasi Balai Jalan. Kondisi ini rawan kecelakaan untuk pengemudi. - TRIBUN MANADO/CHRISTIAN WAYONGKERE

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN - Proyek pengerjaan ruas jalan Langowan-Minahasa Tenggara (Mitra) tepatnya di titik jalan gunung potong Desa Pangu, Mitra, Sulawesi Utara, menuai sorotan pengendara jalan khususnya sepeda motor.

Beberapa pengendara mengaku nyaris mengalami kecelakaan saat melintas di ruas jalan yang sedang dikerjakan.

"Saya saat melewati jalan itu pada posisi menurun hampir bertabrakan dengan mobil truk dari posisi berlawanan, karena ada bagian jalan yang bagus dan ada yang sedang dikerjakan. Kendaraan pada posisi badan jalan yang dikerjakan berupaya menghindar untuk melintas di jalan yang bagus," ucap Stiener, pengendara sepeda motor dari Manado, Senin (27/08/2018).

Steiner seorang karyawan swasta di Kabupaten Mitra melintasi jalan itu saat hendak bepergian ke tempat kerja, beruntung dirinya cepat mengubah arah kendaraan untuk menghindari kendaraan berlawanan arah sehingga persitiwa kecekalaan nyaris terjadi menimpanya.

"Ini bahaya, apalagi kalau hari sudah malam. Rawan kecelakaan itu kalau hanya dibiarkan," kata dia.

Karamat Mhoty, pendendara roda dua dari Tondano yang melintas di jalan itu mengaku terjerembat masuk ke dalam jalan yang sedang diperbaiki.

"Posisi jalan yang diperbaiki di bawah ruas jalan aspal utama, sehingga saat masuk di situ hentakannya kencang. Jika kendaraan terus seperti ini akan berdampak pada per atau shock bagian depan dan belakang serta velg dan roda rawan rusak," akunya.

Menurutnya, perbaikan jalan itu sangat baik karena mengganti aspal yang rusak menjadi bagus.

Namun sayangnya tidak ada tanda atau markah jalan yang ada di awal pengerjaan jalan.

Keberadaan tanda atau pemberitahuan sedang ada pengerjaan jalan sangat diperlukan buat para pengendara.

"Kalau ada tanda, kami pengendara bisa menghindar dan mencegah pertemuan kendaraan dari arah yang berbeda," tandasnya.

Di tempat terpisah, Rommy Ole, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mitra yang dikonfirmasi, mengaku itu merupakan proyek yang dikerjakan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional.

"Itu preservasi jalan dari Langowan, Mitra, Tobabo hingga Belang. Satu paket dengan pelebaran jalan di sepanjang kelurahan Wawali Kecamatan Ratahan," jelas Rommy.(Tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere)

Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado

Viral Rumah Bohemian Rapsody di Blitar, Gaya Eropa dan Dianggap Mistis, Lihat Video Penampakannya

Berita Populer