Kanal

Tajuk Tamu: Menyorot Peluang Medali di Asian Games 2018

Bert Toar Polii - ISTIMEWA

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Tinggal hitungan hari, pertandingan bridge akan dilaksanakan pada Asian Games 2018.

Tepatnya pada tanggal 21 Agustus – 1 September 2018 di Jakarta International Expo Kemayoran.

PB Gabsi sebagai induk organisasi mencanangkan target dua medali emas di ajang ini.

Memang bukan pekerjaan mudah, apalagi prestasi atlet bridge beberapa tahun terakhir ini tidak sehebat China.

Untuk itu, PB Gabsi mendatangkan pelatih caliber dunia dari Polandia, Krzystov Martens dan mengirimkan para pemain berlatih diluar negeri praktis hampir 3 bulan.

Berbekal hasil di try-out dan juga Test Event AG 2018 yang berlangsung bulan Desember 2017 maka terpancar sedikit rasa optimis muncul.

Bagaimana peluang itu, mari penulis coba menganalisa dari nomor beregu putra.

Di nomor beregu putra adalah nomor paling ketat pertarungannya karena selain jumlah peserta terbanyak 14 negara, negara-negara tangguh seperti China, Jepang dan kuda hitam India , Singapura serta Hongkong yang mengirimkan pemain terbaiknya.

China jelas kuat karena berbagai prestasi yang diraih akhir-akhir ini. Jepang menyusul diperingkat kedua karena berhasil mengumpulkan pemain-pemain terbaiknya dalam satu tim. Memang tidak ikut sertanya Dawei Chan yang bisa berpasangan dengan Kazuo Furuta bisa mengurangi kekuatan tim.

Pasangan ini terkenal sebagai jagoan nomor pasangan. Mereka berdua menjadi juara pasangan APBF dua kali berturut-turut tahun 2014 dan 2015.

Halaman
1234
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer