Kanal

Harga Kopra Anjlok, Petani Enggan Mengolah Kelapa

petani kelapa -

TRIBUNMANADO.CO.ID - Anjloknya harga kopra dirasakan menyulitkan petani kelapa di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Natang Belengan, Warga Tabukan Selatan bahwa harga kopra makin murah, makin memprihantinkan bagi petani.

"Belum lama ini saya menjual kopra dengan harga Rp 4.000 per kilo," katanya, Jumat

Lanjut dia, saat ini juga produksi kelapa alami penurunan, karena banyak kelapa sudah tua.

"Jadi karena produksi yang menurun, namun tuntutan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, harus bekerja bangunan," ungkapnya.

Nungki Ponto, Petani kelapa juga mengatakan, saat ini memang harga kopra cukup murah, sehingga juga membuat malas untuk mengerjakan kopra tersebut.

"Untuk menjadi kopra, tentunya ada banyak proses yang harus dilalui oleh petani, mulai dari membersikan perkebunan dari semak, sampai pada proses jual, ada banyak waktu dan tenaga yang dikeluarkan, dengan harga murah, seperti tidak mengembalikan apa yang dikorbankan," keluh Nungki, petani kopra.

Selain itu kata dia, dengan harga begini murah, proses panen kelapa sampai 3-4 bulan baru kembali dapat di panen, sehingga jangka waktu tersebut harus diisi dengan pekerjaan lain.

"Apapun pekerjaan yang baik, dan menghasilkan uang, pasti akan dikerjakan," tambahnya.

Lanjut dia, karena prosesnya yang rumit sedangkan harga tidak berimbang, dirinya sering nanti memanen buah kelapa untuk dijadikan kopra enam bulan sekali.

"Saat begitu sudah semakin banyak buah kelapa terkumpul, meskipun sebagian sudah timbul tunas," lanjutnya.

Ada kerinduan sebagai petani untuk menjual kopra dengan harga yang tinggi, agar sedikit berimbang dengan proses pengolaan buah kepala menjadi kopra.

"Dahulu kopra dapat dijual 7 ribu-8 ribu perkilo, jadi petani kelapa juga alami untung," akhirnya. 

Penulis: Jhonly Kaletuang
Editor: Aldi_Ponge
Sumber: Tribun Manado

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer