Kanal

Denyut Wisata Banyuwangi dan Kehadiran Waroeng Kemarang

Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka Festival Barong Ider Bumi di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu, 16 Juni 2018 - Basuki

Penulis: Basuki

Kiranya tidak berlebih, jika Banyuwangi, kabupaten yang terletak di ujung paling timur Pulau Jawa ini, dikatakan hampir memiliki segalanya. 

Mau wisata alam, Banyuwangi gudangnya. Ada Gunung Ijen dengan api birunya. Api biru langka ini di dunia hanya ada dua, yakni di Islandia dan Ijen.

Ada G-Land, pantai dengan gulungan ombak rata-rata tujuh lapis yang merupakan spot surfing terbaik kedua di dunia setelah Hawai.

Lalu, Pantai Sukamade, satu-satunya pantai di Jawa Timur yang menjadi tempat bertelur empat dari tujuh jenis penyu yang ada di dunia. Belum lagi: Baluran, Alas Purwo, Pulau Merah, Teluk Hijau, Watu Dodol, Rumah Apung Bangsring dan seabreg yang lain.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan istri menyapa masyarakat sambil menyemburkan uang receh dan beras kuning (sembur uthik-uthik) dan warga dengan girang merebut mengambilnya. (Basuki)

Tidak hanya wisata alam, Banyuwangi juga memiliki berbagai acara wow. Tak tanggung-tanggung, pada 2018, Kota Gandrung ini menyiapkan sebanyak 77 festival wisata. Lantaran gebrakan ini, Banyuwangi ditetapkan sebagai Kota Festival Terbaik di Indonesia. 

Kementerian Pariwisata, di Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018, memilih 100 acara unggulan.

“Masyarakat Banyuwangi patut berbangga, karena dari 77 festival yang ada, tiga di antaranya terpilih menjadi program 100 CoE WI 2018. Tiga acara tersebut adalah Banyuwangi Ethno Carnival, Gandrung Sewu dan International Tour de Banyuwangi Ijen,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya saat membuka Festival Barong Ider Bumi di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Sabtu, 16 Juni 2018.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, ada beberapa kriteria sebuah event terpilih di CoWI.

Barong yang diyakini dapat mengusir bencana diarak keliling desa. (Basuki)

“Misal, dilihat dari nilai-nilai budaya, komersial, konsistensi, termasuk dampak langsung dan tak langsungnya. Karena itu, agar ke depan makin banyak acara yang layak masuk dalam program 100 CoE WI, para kurator yang ditunjuk harus sangat selektif dalam memilih atraksi yang ditampilkan,” ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Sigit Sugiharto

Petinju 13 Tahun yang Bertanding demi Ekonomi Keluarga Meninggal Seusai Pertandingan, Videonya Viral

Berita Populer