KPK Antusias Sambut Rencana Pansel

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi positif rencana Presiden Joko Widodo yang segera membentuk panitia seleksi

KPK Antusias Sambut Rencana Pansel
Tribunnews.com
Wakil Ketua KPK Laode M Syarif 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menanggapi positif rencana Presiden Joko Widodo yang segera membentuk panitia seleksi (pansel) untuk calon pimpinan lembaga antikorupsi itu periode 2019-2023. KPK berharap hasil seleksi pimpinan lembaganya menjadi sumbangsih krusial pekerjaan mereka ke depan.

"Untuk seleksi pimpinan KPK, saya belum dapat info itu dan kalau kita baca, pihak presiden akan bentuk pansel, saya kira bagus. Memang sebaiknya pansel segera dibentuk sesuai dengan rencana yang disampaikan presiden juga," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Menurut Febri seleksi pimpinan KPK membutuhkan waktu karena ada tahapan-tahapan yang harus dilalui sehingga pansel harus segera dibentuk. "KPK secara kelembagaan berharap hasil seleksi ini nanti betul-betul jadi sumbangsih krusial kerja KPK ke depan karena hasil seleksi presiden akan dibawa ke DPR dan dipilihlah lima orang nanti yang akan memimpin KPK 4 tahun ke depan," ucap Febri.

Seusai buka puasa bersama di rumah dinas Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Bambang Soesatyo pada Senin (13/5), Presiden Jokowi mengatakan anggota pansel pimpinan KPK masih dibahas. Pembahasan tersebut ditargetkan akan selesai pada pekan ini.

Presiden sudah mengantongi nama-nama orang yang dinilai tepat untuk menjadi anggota pansel yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi, pemerintah, hingga LSM. Pada 2015, Presiden Jokowi menetapkan sembilan perempuan yang disebut sebagai Sembilan Srikandi sebagai pansel pimpinan KPK untuk periode 2015-2019.

Wadah Pegawai (WP) KPK juga berharap panitia seleksi calon pimpinan KPK dapat bekerja transparan. "Wadah Pegawai KPK berharap siapapun yang ditetapkan oleh presiden untuk menjadi panitia seleksi calon pimpinan KPK akan transparan dalam menjalankan tugasnya untuk menyeleksi calon pimpinan KPK yang akan dipilih oleh DPR," kata Ketua WP KPK Yudi Purnomo di Jakarta, Selasa (14/5).

KPK berharap Presiden Jokowi segera menandatangani keputusan presiden (kepres) soal panitia seleksi (pansel) pimpinan KPK jilid V. "Kita berharap ditandatangani segera," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/5).

Selain itu, Laode berharap Pansel Pimpinan KPK Jilid V diisi oleh orang-orang yang memiliki integritas dan paham dengan kondisi di lembaga antikorupsi. "Dan berharap orang-orang yang di pansel itu adalah orang-orang yang terkenal integritasnya oleh masyarakat Indonesia dan orang-orang yang mengerti tata kerja di KPK," kata Laode.

Jika nantinya pansel terbentuk dan pimpinan KPK jilid V terpilih, dia berharap para komisioner baru nanti bisa meneruskan kinerjanya dalam memberantas tindak pidana korupsi. Selain itu mereka tak ragu untuk menjerat sebuah korporasi.

"Ya, semoga lebih banyak lagi kasus yang ditangani. Kalau tindak pidana korporasi baru kita mulai, ini mudah-mudahan yang akan datang menjadi lebih banyak, lebih masif lagi," kata Laode.

Ketua DPR Bambang Soesatyo memastikan pansel pimpinan KPK segera ditandatangani. Bamsoet, sapaan akrabnya, menyebut Pansel KPK paling lambat diteken pekan depan.

"Presiden (Joko Widodo) sudah menegaskan minggu-minggu ini atau paling lambat minggu depan pansel KPK sudah ditandatangani," ucap Bamsoet di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

Lebih lanjut, legislator Partai Golkar itu mengatakan anggota pansel KPK terdiri dari beragam unsur. Anggota pansel terdiri dari pemerintah, organisasi nonpemerintah (NGO) dan kepolisian.

"Jadi sumber-sumbernya ada dari pemerintah, akademisi, ada LSM atau NGO," terangnya.

Desakan pembentukan Pansel KPK muncul dari Indonesian Corruption Watch (ICW). Pemerintah diminta segera bentuk pansel KPK karena masa jabatan pemimpin Agus Rahardjo Cs akan berakhir pada 21 Desember mendatang. (Tribun Network/ham/mam)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved