Ekonomi

Kredit Konsumtif di Sulut Dominan, Arbonas Hutabarat: Dampak Ekonominya Terbatas

Ketimpangan ini, menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Arbonas Hutabarat, menunjukkan tingginya konsumsi masyarakat.

Kredit Konsumtif di Sulut Dominan, Arbonas Hutabarat: Dampak Ekonominya Terbatas
TRIBUN MANADO/FERNANDO LUMOWA
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Arbonas Hutabarat memaparkan profil perekonomian Sulawesi Utara beberapa waktu lalu. 

Kredit Konsumtif di Sulut Dominan, Arbonas Hutabarat: Dampak Ekonominya Terbatas

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Porsi kredit konsumtif di Sulawesi Utara sangat dominan.

Per Februari 2019, total kredit konsumtif mencapai Rp 22, 13 triliun.

Angka itu 61 persen dari total outstanding kredit yang disalurkan sebesar Rp 36 triliun.

Sementara, angka kredit modal kerja Rp 9, 5 triliun dan kredit investasi Rp 5,3 triliun saja.

Ketimpangan ini, menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara, Arbonas Hutabarat, menunjukkan tingginya konsumsi masyarakat.

Artinya data beli masyarakat relatif besar.

"Itu bisa jadi indikator naiknya pendapatan masyarakat. Di sisi lain perbankan bisa mendapatkan keuntungan dari situ," ujar Arbonas, Rabu (24/4/2019).

Hanya saja, kata Arbonas, perbankan di Sulawesi Utara tetap diminta meningkatkan rasio kredit produktifnya (modal kerja dan investasi).

Katanya, dampak dari kredit produktif jauh lebih besar dan luas dibanding kredit konsumtif.

Halaman
12
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved