Harga Emas Sedang Pudar

Kemilau emas kembali memudar setelah data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) melonjak. Alhasil, pelaku pasar kembali mengincar

Harga Emas Sedang Pudar
SHUTTERSTOCK
Emas batangan ist 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kemilau emas kembali memudar setelah data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) melonjak. Alhasil, pelaku pasar kembali mengincar the greenback sebagai aset safe haven.

Kamis (18/4) lalu, harga emas kontrak pengiriman Juni 2019 di Commodity Exchange melemah 0,06% menjadi
US$ 1.276 per ons troi. Dalam sepekan, harga komoditas ini sudah anjlok 1,48%.

Pekan lalu, Biro Konsensus AS merilis data penjualan ritel periode Maret yang naik 1,6% dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini jauh lebih tinggi ketimbang konsensus analis yang hanya 0,9%.

Analis Rifan Financindo Berjangka Puja Purbaya Sakti menambahkan, penurunan harga emas juga terjadi berkat aksi technical selling. Harga emas memang sempat kembali melesat ke atas US$ 1.300 per ons troi

Ini terjadi setelah International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global.  "Tetapi setelah data ritel AS dirilis, dollar AS menguat dan membuat harga emas jatuh," jelas Sakti, Minggu (21/4). Pelaku pasar pun lebih menyukai the greenback untuk dijadikan aset lindung nilai.

Selain AS, data pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I-2019 yang mencapai 6,4% juga membuat pelaku pasar lebih tenang. Kini, pelaku pasar lebih percaya diri masuk ke emerging market dan meninggalkan emas.

Namun, pelemahan si kuning yang cukup signifikan membuat Sakti melihat adanya peluang rebound. "Harga logam mulia bisa kembali menguat pada perdagangan akhir bulan ini atau jangka panjang," ujar Sakti.

Alhasil, di perdagangan pekan depan, Sakti memprediksi emas akan bergerak di kisaran US$ 1.260-US$ 1.288,60 per metrik ton. Secara teknikal, harga emas bergerak di EMA dengan kondisi mengecil yang menunjukkan harga berpotensi turun.

Indikator RSI berada di area positif 37 yang menunjukkan harga turun. Kemudian, commodity channel index (CCI) di area negatif 120 yang menunjukkan area oversold. (Yusuf Imam Santoso)

 

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved