Jokowi Unggul di 21 Provinsi, Prabowo Menangkan 13 Provinsi

Penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum

Jokowi Unggul di 21 Provinsi, Prabowo Menangkan 13 Provinsi
Tribunnews.com/Dennis Destryawan
Komisi Pemilihan Umum (KPU) meresmikan ruang pusat informasi penghitungan suara dan rekapitulasi suara pemilihan umum 2019. TRIBUNNEWS.COM/DENNIS DESTRYAWAN 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penghitungan suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 yang dimuat dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih terus bergerak.

Data ditampilkan dalam portal pemilu2019.kpu.go.id, hingga Minggu (21/4) pukul 19.15 WIB, jumlah data yang masuk telah mencapai 94.895 dari 813.350 TPS, atau 11.66718 persen.

Perolehan suara Pasangan 01 Joko Widodo - Ma'ruf Amin 54,40 persen atau 9.826.528 suara. Sedangkan perolehan suara pasangan 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Sahaduddin Uno 45,60 persen atau 8.235.605 suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) dijadwalkan mengumumkan hasil Pemilu dan Pilpres 2019 pada 22 Mei mendatang. Sementara ini, berdasarkan situng KPU, Jokowi-Ma'ruf unggul di sejumlah di 21 provinsi ditambah daerah pemilihan luar negeri.

Provinsi yang menyumbang keunggulan Jokowi-Amin adalah Sumatera Utara, Bengkulu , Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Bali.

Kemudian Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Papua, Papua Barat, Kalimantan Utara, serta dapil Luar Negeri.

Sedangkan pasangan nomor urut 02, Prabowo - Sandi unggul di 13 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan , Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

Menurut Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi, Situng berfungsi sebagai bentuk transparansi KPU kepada publik. Jika masyarakat maupun peserta pemilu menemukan kesalahan data yang ditampilkan, KPU akan segera melakukan koreksi.

Pramono menyebutkan, pihaknya justru sangat mengapresiasi informasi-informasi mengenai pemantauan hasil penghitungan dan rekapitulasi suara pemilu. "Memang kami menunggu informasi, masukan dari masyarakat. Sehingga betul-betul fungsi publikasi dari Situng itu maksimal. Kami sangat terbuka untuk menerima masukan sehingga nanti bisa kami perbaiki atau kami koreksi," kata Pramono di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat dikutip Kompas.com.

Ia menambahkan, hasil resmi pemilu yang akan ditetapkan oleh KPU berasal dari penghitungan dan rekapitulasi secara berjenjang dari tiap-tiap daerah.

"Meskipun tampilan Situng kami terus berjalan, tetapi penghitungan suara untuk Pemilu 2019 tetap yang resmi adalah yang dilakukan melalui proses rekapitulasi yang pada hari-hari ini sudah mulai berproses di tingkat kecamatan. Kemudian diteruskan rekapitulasi ditingkat kabupaten/kota, provinsi, dan sampai di tingkat nasional," kata dia. (Tribun Network)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved