Ternyata Malaysia Tak Jadi Batalkan Kontrak dengan China

Biaya pembangunan jaringan rel kereta yang akan menghubungkan pantai barat dan timur Malaysia ini sekitar Rp 151 triliun.

Ternyata Malaysia Tak Jadi Batalkan Kontrak dengan China
TV2 via Malaysia Kini
Perdana Menteri Malaysia Mohamad 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MALAYSIA - Setelah sebelumnya PM Mahathir Mohammad menyatakan membatalkan kontrak pembangunan jaringan kereta api pantai timur (ECRL) yang dibiayai China Rp 151 triliun, akhirnya Pemerintah Malaysia mencabut kembali pernyataannya, Jumat (12/4/2019)

ECRL adalah satu dari banyak proyek dukungan China yang sempat ditunda kelanjutannya usai kekalahan koalisi pemerintah yang sudah berkuasa hampir enam dekade.

Sejumlah kritikus mengatakan, proyek-proyek China itu tidak transparan, bisa menambah utang negara, dan saat itu mengalirkan uang untuk mantan PM Najib Razak.

Setelah negosiasi berbulan-bulan antara pemerintah Malaysia dan China serta perusahaan yang terlibat, sebuah kesepakatan baru terkait proyek ECRL tercapai.

Biaya pembangunan jaringan rel kereta yang akan menghubungkan pantai barat dan timur Malaysia ini disepakati 44 miliar ringgit atau sekitar Rp 151 triliun. Jumlah ini turun dari angka yang disepakati di zaman Najib yaitu 65,5 miliar ringgit atau hampir Rp 225 triliun.

"Penurunan harga ini pasti menguntungkan Malaysia dan meringankan beban finansial negara," demikian pernyataan kantor PM Malaysia.

Upaya meringankan beban negara amat penting apalagi pemerintahan PM Mahathir Mohammad mewarisi utang nasional yang amat berat. Proyek ECRL ini dianggap sebagai salah satu bagian penting dalam inisiatif infrastruktur global Sabuk dan Jalan yang dilakukan Beijing. (*)

Editor: Charles Komaling
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved